Walhi Kalbar Apresiasi Masyarakat Berani Lapor Kegiatan PETI di Kapuas Hulu

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Aktivis Lingkungan Walhi Kalbar, Hendrikus Adam mengatakan bahwa pihaknya menerima dengan baik dan memberikan apresiasi atas beraninya masyarakat yang melapor terkait adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Seorang warga dari Kapuas Hulu menyampaikan persoalan yang dihadapi warga di Desa Nanga Tuan, Dusun Siawan, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, bahwa di daerahnya ada aktivitas PETI tanpa izin yang menyebabkan kerusakan lingkungan,” kata Adam saat dihubungi, Sabtu (30/4).

Adam menilai upaya penertiban yang dilakukan oleh pihak terkait belumlah konsisten, sehingga praktik PETI selalu bermunculan.

“Masyarakat yang terdampak dari aktivitas PETI tersebut penting untuk proaktif menyampaikan laporan, maupun melakukan usaha-usaha terkait dengan upaya pemulihan kondisi alam yang tercemar, agar kelestarian lingkungan bisa dicapai,” jelasnya.

Lebih lanjut Adam mengatakan, pihak terkait baik itu pemerintah Daerah Kapuas Hulu, instansi aparat penegak hukum, harus lebih proaktif dan menindaklanjuti segala laporan yang diberikan oleh warga.

“Harus melakukan upaya tindaklanjut penertiban dan penindakan terhadap pengusaha PETI tersebut, karena dampak dari aktivitasnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Adam.

Ketika ditanya yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat ini terkait dengan laporan tersebut Adam menyampaikan, bahwa pada prinsipnya Walhi memberikan apresiasi apa yang telah dilakukan warga tersebut.

“Yang paling mungkin yang segera kita lakukan adalah turut menyampaikan persoalan masyarakat ini ke publik, seperti ke media, dengan harapan bisa mendapat perhatian pihak terkait yang kita anggap memiliki wewenang untuk bisa melakukan penindakan, entah itu Pemda Kapuas Hulu sendiri dan pihak pihak terkait,” ujarnya.

Lebih jauh Adam menyampaikan bahwa Polda juga  harus mempertegas kembali peran aparatur di daerah untuk memberikan kepastian terkait dengan penertiban dan tindakan aktivitas yang berdampak buruk kepada masyarakat luas.

“Itu harapan kita untuk saat ini,” tutup Adam.

(Agustiandi/Dede)

 

Related Posts