Warga Desa Nanga Tuan “Curhat” ke Walhi Kalbar Terkait Tingginya Aktivitas PETI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Aswandi Warga Desa Nanga Tuan, Dusun Siawan, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu mendatangi sekretariat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalbar di Jalan M. Syafii Pontianak untuk melaporkan adanya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di daerahnya.

Saat ditemui di sekretariat Walhi Kalbar, Aswandi menceritakan bahwa aktivitas PETI berlangsung di daerah aliran sungai Batang Lunut.

“Sekarang aktivitas  PETI di sana sudah merajalela, kerjanya sudah tidak teratur lagi, membuang limbah sembarangan ke sungai,” kata Aswandi, Jumat (29/4).

Dikatakan Aswandi ada sejumlah lokasi yang menjadi kawasan PETI di Kabupaten Kapuas Hulu, seperti di Desa Entibab, Kecamatan Bunut Hilir, Desa Grogok, Kecamatan Boyan Tanjung, dan Desa Nanga Boyan, Kecamatan Boyan Tanjung.

Aswandi menceritakan bahwa aktivitas PETI ini sejatinya sudah berjalan sejak 10 tahun lalu, tetapi untuk dua tahun terakhir ini sangat mengkhawatirkan, dampak pencemaran mulai dirasakan warga setempat.

Dia mengatakan bahwa pada pada tanggal 7 Januari 2016 lalu aparat kepolisian sudah melihat ke lokasi untuk melakukan penertiban pada aktivitas PETI tersebut, sebanyak 32 unit mesin milik penambang sudah dipasangi garis polisi, dan dua unit disita sebagai barang bukti.

“Tetapi pada tangal 15 Februari 2016 sudah mulai kerja lagi, garis polisi yang dipasang polisi tersebut dibongkar, sampai saat ini tidak ada tindakan lanjutan dari aparat hukum,” ungkapnya.

(Agustiandi/Dede)

 

 

Related Posts