BMKG Imbau Masyarakat Kalbar Waspadai Angin Kencang

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mengimbau kepada masyarakat Kalbar untuk mewaspadai angin kencang yang akan terjadi hingga satu pekan kedepan.

“Dari pantauan cuaca yang kita lakukan, potensi angin kencang akan terjadi di beberapa wilayah Kalbar, terutama untuk wilayah pesisir barat seperti Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, Kayong Utara dan Kota Pontianak,” kata Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Mega di Sungai Raya, Minggu.

Dia menjelaskan, dari pantauannya, dari bulan April sampai pertengahan Mei nanti, beberapa awan konvektif seperti Comulonimbus masih terus mengalami pertumbuhan di sebagian besar wilayah Kalbar yang akan menimbulkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat merata di seluruh wilayah Kalbar.

Namun, untuk wilayah pesisir barat Kalbar, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut akan disertai oleh angin kencang dengan kecepatan 20 sampai 30 knot.

“Hujan disertai angin kencang itu juga akan dibarengi dengan petir dan kilat. Jadi kita menghimbau masyarakat untuk mewaspadai angin kencang tersebut,” tuturnya.

Jika terjadi hujan, lanjut Mega, jangan berteduh dibawah pohon dan jauhi billboard yang ada di tepi jalan. Karena angin kencang yang terjadi dikhawatirkan menumbangkannya.

Dia juga mengatakan, dari pantauan satelit NOAA dan Modis, sampai dengan tanggal 30 April kemarin, terpantau tiga titik api yang terjadi di kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya dan Sanggau.

“Namun, untuk nilai kepercayaannya bervariasi, belum tentu pembakaran lahan dan bisa saja itu hanya aktivitas masyarakat membakar sampah dengan skala besar, karena yang terpantau itu titik panas, bukan titik api,” katanya.

Mega menjelaskan, untuk nilai kepercayaan antara nol sampai 30 persen, merupakan kategori ringan, untuk pantauan titik panas yang terjadi di permukaan bumi, berdasarkan pantauan dua satelit tersebut.

“Sedangkan untuk nilai kepercayaan 31 sampai 80 persen, masuk dalam kategori sedang, lalu untuk angka 81-100 masuk dalam kategori tinggi. Sementara pantauan tiga titik panas tersebut masuk kategori ringan hingga sedang,” katanya. (Antara/Yuniar)

Related Posts