Kejati Kalbar Tahan Tersangka Korupsi Pembangunan Kantor Bupati Melawi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, menahan kepala sekretaris Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Barat berinisial F, sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pembangunan kantor bupati Melawi tahun anggaran 2006-2007.

Asisten Tindak Pidana Khusus (AS Pidsus) Kejati Kalbar, Bambang Sudrajat menjelaskan, mulai Senin (2/5) pihaknya telah menahan tersangka F dalam tingkat penyelidikan.

“Tersangka kita sangkakan dalam kasus penyimpangan pembangunan Kantor Bupati Melawi. Tahun Anggaran (TA) 2006-2007 dengan kerugian negara sebesar lebih dari Rp1,5 miliar,” ungkap Bambang ditemui usai memeriksa tersangka di kantornya di Pontianak, Senin (2/5).

Dalam hal ini, lanjut Bambang, tersangka F tersangkut kasus korupsi karena dalam pembangunan Kantor Bupati Melawi terjadi pembangunan yang “overlap”.

“Ini menjadi temuan saat dilakukannya pemeriksaan dan audit BPKP dengan kerugian negara lebih dari Rp1,5 miliar. Dari anggaran untuk TA 2006 itu sebesar Rp5 miliar dan TA 2007 itu sebesar Rp11 miliar,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, kata Bambang, Kejati Kalbar telah memeriksa 18 orang saksi.

“Kita masih terus mengembangkan kasus ini, karena kemungkinan ada pelaku lain dalam kasus tersebut. Dan yang jelas pelakunya bukan tunggal,” ujarnya.

Hari hasil penyelidikan dan barang bukti yang ada, tersangka dapat dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, sebagai mana dirubah dalam Undang-Undang tahun 2001. Dengan ancaman seumur hidup atau pidana penjara 20 tahun atau serendah-rendahnya 1 tahun atau 4 tahun penjara.

“Saat ini tersangka sudah kita jebloskan ke dalam Rutan Klas IIA Pontianak,” pungkasnya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts