Mempawah Terpilih Sebagai Peserta PPSP

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, air minum dan sanitasi menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Namun dalam penyediaannya, masih ditemui sejumlah kendala, sehingga diperlukan upaya percepatan guna mencapai universal acces (akses untuk semua) di akhir tahun 2019.

Berdasarkan surat keputusan Menteri Dalam Negeri, Kabupaten Mempawah menjadi salah satu peserta program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) dan satu-satunya kabupaten di Kalimantan Barat yang melakukan pemutakhiran strategi sanitasi kabupaten (SSK) di tahun 2016.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Mochrizal menjelaskan, pelaksanaan pemutakhiran strategi sanitasi kabupaten dilakukan dengan pemutakhiran dokumen buku putih sanitasi, dokumen strategi sanitasi kabupaten, dan dokumen memorandum program sanitasi dalam satu dokumen.

“Capaiannya adalah universal acces di tahun 2019,” ungkap Mochrizal pada pertemuan perdana pemutakhiran dokumen SSK Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (3/5).

Saat ini, menurutnya, Mempawah dalam tahap persiapan berupa persiapan data sekunder sambil merencanakan jadwal kegiatan untuk mendapatkan data primer berupa studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) atau survei partisipatif di tingkat kabupaten/kota.

“Studi ini penting untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku higiene dan sanitasi skala rumah tangga,” terangnya.

Ia mengungkapkan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 menyebutkan target akses sanitasi harus mencapai 100 persen di akhir tahun 2019. Untuk mencapai hal itu, maka program PPSP akan berfokus pada implementasi perencanaan sanitasi yang telah dibuat dalam dokumen strategi sanitasi kabupaten/kota.

“Bentuknya adalah pemantapan rencana pembangunan sanitasi, memastikan implementasi perencanaan sanitasi, dan membangun sistem insentif dan disinsentif,” terangnya.

Dengan kegiatan PPSP berupa pemutakhiran dokumen sanitasi, diharapkan Kabupaten Mempawah dapat mengejar ketertinggalan dan memiliki arah pembangunan sanitasi yang jelas guna mencapai universal acces 2019.

Ia berharap semua pemangku kepentingan termasuk camat bergerak bersama menuju universal acces dengan akses penangan limbah, sampah, dan genangan yang lebih baik. Dimulai dari perencanaan dan pelaksanaan di tingkat rumah tangga hingga lingkungan dan kawasan tempat tinggal masing-masing.

“Sudah saatnya pembangunan kita diarahkan tidak hanya kepada pembangunan jalan dan gedung, tapi juga memikirkan pembangunan daerah dengan sanitasi yang baik yang merupakan pelayanan dasar bagi masyarakat. Sanitasi baik terciptalah lingkungan sehat. Stop pencemaran, olah limbah dengan aman, dan tangani sampah dengan bijaksana,” tuturnya berpesan.

Sekretaris Kelompok Kerja Air Minum dan Sanitasi (Pokja AMS) Kabupaten Mempawah, Ismail, menerangkan pertemuan yang digelar pihaknya merupakan tindak lanjut pertemuan di tingkat provinsi.

Ia menjelaskan Kabupaten Mempawah pada tahun 2016 ditetapkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melaksanakan pemutakhiran dokumen strategi sanitasi kabupaten (SSK) yang direncanakan harus selesai pada tahun 2016.

“Dalam upaya mempercepat realisasi penyelesaian SSK ini diperlukan komitmen dan penyamaan persepsi antarpokja yang saling terkait,” pungkasnya. (Hamzah/Yuniar)

 

 

 

 

Related Posts