Kepuasan Mendaki Bukit Mendale

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Sempat dicemooh temannya,  Reza (15) akhirnya menjadi pendaki remaja pertama bertubuh besar dengan berat badan 105 Kg mencapai Bukit Mendale, yang terletak di Desa Gunung Sembilan, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

Bukit yang memiliki ketinggian 320 Mdpl ini  membutuhkan waktu dua jam perjalanan untuk mencapai puncaknya.  Bukit yang tidak terlalu tinggi ini  terkenal dengan jalur tracking yang cukup berat.  Karena melewati  jalan setapak yang terjal, akar-akar pohon yang melintang, serta bebatuan yang licin, ketika hujan dan harus melewati dua bukit sebelum mencapai puncaknya, sehingga membuat bukit ini tidak mudah untuk ditaklukan oleh pendaki.

“Saya ingin membuktikan kepada kawan-kawan sekolah, kalau saya tidak seperti yang mereka bayangkan. Walaupun memiliki badan yang gemuk, namun itu bukan suatu alasan untuk tidak mendaki. Dengan susah payah, terbukti saya bisa mencapai puncak Mendale,” ujar Reza, Siswa SMAN 1 Sukadana, Kamis, (5/5).

Remaja yang memiliki nama lengkap Reza Riansyah ini mengakui bahwa medan menuju puncak Mandale cukup berat. Selain licin, jalurnya banyak mendaki dari pada datarnya. Bahkan, jalur pendakian Mandale lebih sulit daripada  Lubuk Baji yang menjadi kebanggaan Taman Nasional  Gunung Palung selama ini.

“Hampir menyerah, karena kehabisan tenaga,  ngos-ngosan rasanya. Tapi ketika teringat ucapan kawan-kawan saya kemarin, semangat saya tumbuh kembali. Ingin segera rasanya  mencapai  puncak yang menjadi idaman saya selama ini,” cerita Remaja yang memiliki hobi Badminton ini.

Salah seorang siswa, Deby Riandi yang turut dalam rombongan pendakian, merasa takjub dengan keindahan alam ketika berada di puncak Mandale. Baginya, Mandale tidak kalah indahnya dari objek wisata lain yang ada di Indonesia

“Saya senang berpetualang,  dari atas Mandale, kita bisa melihat Kota Sukadana, keperkasaan Gunung Palung yang menjadi kembanggaan kita, laut dan pulau- pulau kecil, serta garis pantai yang berkelok kelok, seakan memanjakan mata ketika melihatnya,” ujar siswa yang duduk di kelas 3 SMA ini.

Pendakian  yang  diikuti oleh 14 orang siswa ini  di fasilitasi oleh Komunitas Pecinta Alam Kayong Utara (EKU) bekerja sama dengan desa setempat. Pendakian yang dimulai sejak hari Rabu sore (4/5) dan turun dan pada Kamis pagi (5/5) ini, dalam rangka mengisi waktu libur sekolah mereka. Setidaknya sudah berapa sekolah yang dijadwalkan untuk mendaki Bukit Mandale. (Rizal/Yuniar)

Related Posts