Tiga Hari Ditangguhkan, Dialog PBB Soal Yaman Kembali Digelar

Kairo, thetanjungpuratimes.com – Pembicaraan damai yang didukung PBB untuk mengakhiri perang sipil Yaman kembali digelar, Rabu, setelah ditangguhkan selama tiga hari oleh Pemerintah Yaman sebagai protes atas serangan Houthi terhadap pangkalan militer dekat ibukota, Sanaa.

Ditopang oleh gencatan senjata sejak 10 April, dialog di Kuwait bergerak maju sebelum dihentikan sementara dan pihak Houthi mengatakan bahwa Arab Saudi membebaskan 40 tahanan Yaman pada Sabtu.

Utusan khusus PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengunggah foto dalam akun Twitternya, delegasi yang mewakili pihak-pihak bersengketa duduk mengelilingi meja berbentuk U, dan mengatakan bahwa dialog pada Rabu akan fokus pada upaya memperkuat gencatan senjata yang rapuh.

Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, mencoba mencapai perdamaian melalui dialog di Kuwait dan melonggarkan krisis kemanusiaan di negara termiskin di semenanjung Arab itu. Konflik telah membawa masuk kekuatan-kekuatan kawasan ke negara itu dan menewaskan setidaknya 6 ribu orang.

Perang sipil di Yaman memuncak ketika serangan bersenjata Houthi membuat pemerintah menjadi pelarian pada 26 Maret 2015.

Arab Saudi yang khawatir kelompok Syiah itu merupakan kekuatan bagi musuh utamanya Iran, kemudian mengerahkan aliansi sebagian besar negara Teluk Arab untuk memukul mundur kelompok itu namun masih belum mampu mengeluarkan Houthi dari Sanaa.

Human Rights Watch pada Rabu mendesak para delegasi pertemuan untuk membolehkan penyelidikan internasional atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan kedua belah pihak “yang belum diselidiki ataupun membuahkan ganti rugi bagi para korban serangan yang melanggar hukum itu”.

Kelompok HAM tersebut menyebutkan serangan udara di kawasan sipil oleh koalisi dipimpin Saudi yang mendukung pemerintah dan “pengeboman” tanpa pandang bulu serta penggunaan ranjau darat oleh Houthi.

“Pihak-pihak di sekeliling meja negosiasi memiliki tugas untuk memastikan bahwa kekerasan terhadap warga sipil diusut dengan benar dan dihukum sepantasnya,” kata wakil direktur HRW Timur Tengah dalam sebuah pernyataan. (Antara/Yuniar)

Related Posts