Masyarakat Diminta Kritis Dengan Potongan Harga Produk Makanan

Yogyakarta, thetanjungpuratimes.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk bersikap kritis terhadap diskon berbagai produk makanan di pusat perbelanjaan menjelang Puasa dan Lebaran 1437 Hijriah.

“Jangan sampai hanya terbuai diskon, tetap cerdas dan waspada dalam membeli makanan,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY I Gusti Ayu Adhi Arya Patni di Yogyakarta, Jumat, (6/5).

Menurut Ayu, momentum hari besar atau libur panjang kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang tertentu untuk meraup keuntungan dengan memasang potongan harga besar-besaran.

Dalam konteks makanan, menurut dia, pemberian diskon atau potongan harga bisa saja merupakan produk makanan yang telah rusak, kadaluwarsa, atau menggunakan bahan berbahaya.

“Dengan tren konsumsi masyarakat yang meningkat, akan menjadi incaran oknum pedagang nakal yang seolah-olah memberikan harga murah namun kualitasnya tidak terjamin,” kata dia.

Menurut dia, BBPOM DIY bekerja sama dengan Pemda DIY akan mengintensifkan pengawasan makanan pada empat minggu sebelum dan sesudah Lebaran di pasar tradisional dan pusat jajanan takjil.

Beberapa temuan makanan tidak memenuhi syarat selama bulan Puasa hingga Lebaran, menurut dia, biasanya berupa kemasan rusan, kadaluwarsa, dan mengandung bahan berbahaya.

“Masyarakat harus menerapkan pengecekan KIK, yakni cek Kemasan pangan, apakah kondisinya baik atau rusak, cek Izin edar, serta cek Kadaluwarsa,” kata dia.

Sementara itu Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Saktyarini Hastuti mengatakan agar masyarakat terhindar dari diskon menipu, selain meningkatkan kejelian dalam menilai harga, masyarakat juga perlu mengendalikan minat membeli . Membeli, menurut dia, cukup dilakukan berdasarkan kebetuhan, bukan berdasarkan keinginan.

“Hanya dengan cara seperti itu belanja bisa dikendalikan dan terhindar dari promo-promo menipu,” kata dia.

(Ant/Dede)

Related Posts