Polresta Pekanbaru Siapkan 2.000 Tilang

Tilang Polisi

Pekanbaru, thetanjungpuratimes.com – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menyiapkan sebanyak 2.000 lembar bukti pelanggaran atau tilang menjelang pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) 2016 pada SMA sederajat di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

“Kami ingatkan kepada pelajar bahwa disiapkan sebanyak 2.000 lembar tilang. Jika ada siswa yang melakukan konvoi mengabaikan aturan seperti ugal-ugalan, tidak menggunakan helm maka kami tidak segan untuk melakukan penindakan,” kata Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol Zulanda, di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa tindakan itu dilakukan polisi sebagai upaya agar siswa tidak merayakan kelulusan dengan tindakan tidak terpuji di jalanan yang berpotensi menyebabkan jatuh korban jiwa.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk peringatan keras kepada siswa untuk tetap tertib berlalu lintas.

“Sangat disayangkan apabila konvoi dan perayaan berlebihan berakibat fatal bahkan meninggal dunia di usia muda,” katanya lagi.

Dia mengimbau kepada siswa, pihak sekolah dan orang tua agar euforia yang selama ini dianggap “lumrah” itu diganti dengan kegiatan yang lebih baik dan bernilai keagamaan. “Seperti syukuran atau doa bersama sebagai wujud syukur dengan guru maupun orang tua,” lanjutnya.

Meski telah mengingatkan agar tidak melakukan perayaan secara konvoi di jalanan, Zulanda mengatakan pihaknya tetap menyiagakan personel sebagai bentuk antisipasi asal tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap menaati aturan.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menyatakan terdapat 15.400 siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun ajaran 2015/2016.

Sebanyak 15.400 siswa itu berasal dari jenjang sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK),” kata Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal.

Dia merincikan jumlah siswa yang mengikuti UN untuk SMA baik negeri maupun swasta tahun ini mencapai 7.010 siswa, untuk MA 969 siswa, dan SMK berjumlah 7.421 siswa.

Sedangkan sekolah yang menjalani UN menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak delapan sekolah dengan jumlah siswa yang mengikuti CBT sebanyak mencapai 1.594 siswa. (Ant/Yuniar)

Related Posts