Bocah Kelas 2 SD Anjongan Dicabuli Kerabatnya

Pelaku Pencabulan Bocah Kelas 2 SD Anjongan Mempawah

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur menjadi perbincangan hangat dan trending topik di Mempawah akhir-akhir ini. Pasalnya kasus itu terjadi di Kecamatan Anjongan, yang menimpa siswa kelas dua Sekolah Dasar di kecamatan tersebut.

Sebut saja Putri (bukan nama aslinya) yang masih berusia 8 tahun mengalami tindak kekerasan seksual oleh dua orang kerabatnya sendiri yakni D (36) dan U (53) di tempat yang berbeda dan dilakukan berulang ulang.

Ayah korban, A (32) mengatakan, peristiwa pencabulan ini baru diketahui beberapa bulan silam saat dirinya sedang bekerja di Balai Karanagan, Kabupaten Sanggau.

“Anak saya yang tinggal bersama neneknya menceritakan jika dirinya telah dicabuli beberapa kali, oleh dua orang tersebut,” ungkap A kepada wartawan, Senin (9/5).

Pencabulan yang dilakukan oleh kedua orang tersebut diakui Putri sudah dialaminya sejak akhir 2015, tepatnya sekitar 6 -7 bulan silam.

“Saya yakin dengan pengakuan anaknya yang masih duduk di kelas dua SD. Sebab seusianya tidak mungkin berkata bohong,” jelasnya.

Menurut A, setelah mendengar keterangan dari mertuanya, A langsung mendatangi Polsek Anjongan, untuk melaporkan peristiwa dugaan pencabulan terhadap anaknya yang dilakukan oleh kerabat korban.

“Dari Polsek Anjongan, saya langsung diarahkan melapor ke KPAID Mempawah, dan langsung minta didampingi untuk membuat laporan ke Polres Mempawah, sekitar 2 Mei silam,” tuturnya.

Setelah membuat laporan tersebut, anaknya serta adik istrinya langsung dimintai keterangan di Polres Mempawah. Sehingga Putri langsung di visum oleh dokter Rumah Sakit Rubini Mempawah.

Hasil visum menyatakan terdapat tanda-tanda di bagian kemaluannya yang telah dimasuki benda tumpul, seperti selaput darah yang robek, bahkan ada binti bintik yang bernanah.

“Kita harapkan, pelaku secepatnya ditangkap, karena saat ini, satu diantara pelaku sudah melarikan diri. Dan jika pelaku lamban untuk ditangani pihak kepolisian, ditakutkan pelaku yang lainnya akan melarikan diri juga,” pintanya.

Kejadian ini membuat anaknya mengalami trauma. Putri jadi tidak mau makan, di sekolah Putri jadi jarang bergaul dengan temannya. Karena anaknya pernah di ikat dan langsung dicabuli oleh pelaku.

“Saya ingin kasus ini bisa ditangani pihak kepolisian. Karena dirinya takut, pelaku lainnya akan melarikan diri,” tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno membenarkan telah terjadi tindakan pencabulan di kawasan Anjongan oleh kerabat korban. Dan satu diantaranya sudah diamankan di Polres Mempawah.

“D ditangkap polisi di kediamannya tanpa ada perlawanan,” tuturnya.

Dari keterangan D, lanjut Prayitno, pelaku telah melakukan perbuatan pencabulan terhadap korban lebih dari 4 kali. Sehingga D akan dikenakan Undang-Undang Persetubuhan terhadap anak di bawah umur, pasal 81 ayat 1 dan 2, Undang-Undang RI no 35 atas perubahan Undang-Undang RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun.

“Sementara U, saat ini masih diburu petugas kepolisian,” pungkasnya. (Hamzah/Yuniar)

Berita terkait : Ketua KPAID Mempawah : Publikasikan Wajah Pelaku Pencabulan Sebagai Efek Jera

Related Posts