Keluarga Tolak Solbiah Dirawat di RSJ Singkawang

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Keluarga Solbiah menolak keinginan pemerintah setempat untuk membawa Solbiah ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Singkawang. Karena menurut mereka, keluarga masih mencoba untuk melakukan pengobatan tradisional.

Hal ini disampaikan Jamen, suami Solbiah di depan Kepala Desa Sutera dan Kepala Dusun Selimau,  saat mengunjungi rumahnya di Selimau Dalam, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (9/5).

Jamen yang sempat mengurung istrinya beberapa waktu lalu menuturkan, penolakan ini dilakukan  lantaran pihak keluarga istri tidak mengizinkan Solbiah untuk menjalani rehabilitas yang akan ditangani oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Kayong Utara.

“Kalau dari saya sih siap, kemana pun demi kesembuhan istri. Namun keluarga istri saya tidak setuju dengan usulan saya tersebut. Mereka menganggap keluarganya masih mampu untuk menyembuhkan istri saya, tanpa harus di bawa ke rumah sakit jiwa,” ungkap Jamen.

Jamen juga menyesalkan tindakan keluarga sebelah istrinya yang membawa pulang kerumah orangtuanya di Desa Sedahan Jaya. Padahal selama ini dirinya sudah merawat dengan baik istrinya. Terlebih selama ia mengalami gangguan jiwa sejak  5 bulan terakhir, dengan penuh kasih sayang Jamen memberikan perhatiannya tanpa kekurangan sesuatu apapun.

Jamen melanjutkan, walaupun istrinya dibawa pulang oleh pihak keluarganya, dirinya akan tetap bertanggungjawab terhadap kesembuhan istrinya. Dan akan tetap memberi nafkah sebagaimana tanggung jawab seorang suami terhadap istrinya.

“Kemarin saya sudah menjenguk istri saya  di tempat mertua. Rencananya Rabu ini saya mau kesana lagi. Melihat keadaannya, Karena ini  tanggungjawab saya, walaupun pihak keluarganya tidak suka sama saya. Saya akan tetap kesana dan memberikan nafkah kepada istri saya,” terang jamen.

Ditempat terpisah, Sunardi, Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kayong Utara menyatakan, tidak keberatan soal penolakan yang dilakukan pihak keluarganya. Karena menurutnya, dari pemerintah sendiri hanya sebagai fasilitator untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada warga yang membutuhkan.

“yang penting kami minta surat pernyataan dari pihak keluarganya, yang isinya berbunyi, bahwa pihak keluarga tidak mau ditangani oleh Dinas Sosial dan mampu untuk melakukan pengobatan sendiri,” ujar Sunardi.

Dari data Dinsosnakertrans Kayong Utara, sampai saat ini ada 73 orang yang pernah dirawat rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat karena ganguan jiwa. Terdiri dari 62 laki –laki dan 11 orang perempuan.

Dari jumlah tersebut masih ada 24 orang  dalam proses penyembuhan di Rumah Sakit Jiwa  Singkawang. Sementara selebihnya sudah dipulangkan ke pihak keluarganya masing – masing. (Rizal/Yuniar)

Related Posts