BPOM Pontianak Sita Kosmetik dan Obat Keras dari Pasar Tradisional

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak, menyita alat kosmetik yang ada di beberapa pasar tradisional yang ada di kota Pontianak, pada 26 April 2016 lalu. Penyitaan kosmetik ini disebabkan, karena para pedagang di pasar tradisional menjual kosmetik yang tidak terdaftar.

“Tidak hanya itu, kami juga menyita obat keras. Karena obat ini dijual harus dengan resep dokter. Dimana dalam kelayakan pengunaan obat keras ini harus ada diagnosa dari dokter. Ternyata tanpa diagnosa dokter, mereka berani menjual secara sembunyi-sembunyi kepada masyarakat,” ungkap Kepala Balai POM Pontianak, Cory Panjaitan, Jumat (13/5).

Dia mengaku, pihaknya sulit untuk mengetahui dari mana asal kosmetik dan obat keras tersebut.

“Karena kalau kita lihat, barang-barang ini tidak memiliki ijin edarnya. Tapi biasanya barang ini datang dari Jawa dan dijual ke rumah-rumah yang tidak bisa kita deteksi. Apalagi tidak adanya laporan ke Balai POM,” terangnya.

Namun Cory menambahkan, kosmetik dan obat keras ini juga bisa jadi diproduksi di Pontianak.

“Memang, terhadap barang-barang ini kita belum dapat memastikan. Apalagi peredaran kosmetik dan obat keras ini tidak dilaporkan ke kita,” ujarnya.

Sulitnya terdeteksi beredar dan dijualnya kosmetik dan obat keras di Pontianak, kata Kepala BPOM ini, karena dalam pembeliannya antarpedagang dan penyalur tidak dengan nota dan faktur penjualannya.

“Para pedagang ini dapatnya dari tenaga lepas. Sehingga tidak bisa terdeteksi dan tidak ada komunikasi. Jadi cara kerjanya sama seperti sistem penjualan narkoba, yakni jual putus,” jelasnya.

Padahal selama ini, kata Cory, dalam menangani pencegahan peredaran kosmetik dan obat keras ilegal ini Balai POM Pontianak telah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang lainnya.

“Kita telah melakukan koordinasi dengan Korwas, Polda, Disperindag, Satpol PP dan yang lainnya. Kami tetap akan melakukan pengawasan ketat terhadap penjual kosmetik dan obat keras. Bila terdapat dan barang-barang tersebut ada unsur ilegalnya, maka akan kami sita dari peredaran pasar,” pungkasnya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts