Rusman Ali Nyatakan Lahan Gambut di Kubu Raya Rentan Terbakar

kebakaran lahan

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com –  Bupati Kubu Raya, Rusman Ali menyatakan sekitar 60 persen kawasan di Kubu Raya merupakan lahan gambut yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan terutama pada musim kemarau.

“Kasus kebakaran hutan dan lahan ini bisa dicegah dan dikendalikan jika semua komponen pembangunan, baik pemerintah, dunia usaha dana masyarakat mau bahu membahu mengatasinya,” jelas Rusman Ali, Sabtu (14/5).

Dikatakannya, dengan adanya penghargaan Bhakti Yudha Brama Jaya dari Kementrian Dalam Negeri yang diraih Pemerintah Kabupaten Kubu Raya belum lama ini membuat jajaran pemerintahan kabupaten termuda di Kalbar ini kian bersemangat dan termotivasi untuk terus meningkatkan program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Dalam mencegah kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan secara berrksinambungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah melakukan sejuamlah upaya seperti berkerjasama dengan instansi terkait dalam membangun embung, sumur bor sekat kanal di 15 desa Kubu Raya,” paparnya.

Secara historis, tambahnya ke 15 desa yang dibangun embung, sumur bor dan sekat kanal itu merupakan kawasan yang lahan gambut yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan saat masuk musim kemarau.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga telah membentuk kelompok dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan baik di tingkat SKPD maupun di tingkat desa yang disertai dengan pelatihan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan termasuk melakukan pelatihan pembinaan lahan tanpa bakar.

“Belum lama ini kami juga telah menginstruksikan kepada para kepala desa untuk mengalokasikan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa dalam program pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Bagi pelaku dunia usaha atau investor yang berinvestasi di Kubu Raya terutama disektor perkebunan  menurutnya juga telah diimbau memberikan pembinaan kepada masyarakat di dalam konsesi masing-masing serta diharapkan bisa mengadakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Upaya penanggulangan bisa dilakukan seperti dengan melakukan penyiapan dan pengadaan sarana dan prasarana damkar dan melalui sumber daya manusia yang memadai melalui berbagai pelatihan Karhutla,” pungkasnya.

(Faisal/Dede)

Related Posts