Jabar Lakukan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat

Bandung, thetanjungpuratimes.com – Badan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan pengembangan usaha pangan masyarakat dengan melibatkan kelompok tani untuk mengatasi lonjakan harga pangan di pasaran.

“Solusinya (kenaikan harga) yaitu melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI),” kata Kepala Badan Pangan Daerah (BPD) Provinsi Jabar Tati Iriani di Bandung, Sabtu.

Ia menuturkan harga komoditas pangan selalu fluktuatif yang cenderung merugikan petani sebagai produsen, pengolah pangan, pedagang hingga konsumen.

Menurut dia kenaikan harga pokok pangan itu selalu menimbulkan keresahan sosial, bahkan menjadi komponen inflasi bergejolak.

“Berdasarkan permasalahan tersebut maka Kementerian Pertanian melakukan terobosan sebagai solusi permanen dalam mengatasi gejolak harga,” katanya.

Menurut Tati, naiknya harga komoditas pangan dapat berasal dari produsen yakni petani yang sifatnya karena meningkatnya biaya produksi atau akibat kebijakan pemerintah.

Secara teknis menerapkan pengembangan usaha itu, kata dia, dengan cara mengoptimalkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk memasok pangan seperti beras kepada TTI.

“Dari TTI beras akan dijual kepada masyarakat dengan harga terjangkau, TTI ini adalah pedagang pangan yang menjadi mitra Gapoktan,” katanya.

Ia menambahkan sasaran kegiatan PUPM 2016 yakni sebanyak 500 Gapoktan yang akan mampu melayani seribu TTI.

“Sedangkan BKP Daerah Provinsi Jawa Barat sendiri terdiri dari 72 Gapoktan dan TTI 191, jumlah sebanyak itu tersebar di 19 kabupaten/kota,” katanya. (Ant/Yuniar)

Related Posts