Kriminolog Menilai Pendidikan Seksual Jangan Dianggap Tabu

Yogyakarta, thetanjungpuratimes.com – Lembaga pendidikan atau orang tua jangan menganggap tabu pemberian pendidikan seksual bagi anak mengingat munculnya kasus kekerasan seksual yang dilakukan anak di bawah umur, kata kriminolog Universitas Gadjah Mada Suprapto.

“Selain pendidikan moral, pendidikan seksual bagi anak sudah menjadi kebutuhan mengingat banyaknya kasus kekerasan seksual yang semakin marak,” kata Suprapto di Yogyakarta, Senin (16/5).

Menurut dia melalui pendidikan seksual, anak dapat menghormati dan tidak melecehkan bagian tubuhnya sendiri serta orang lain. Anak melalui pendidikan itu akan mengetahui fungsi dan perbedaan organ reproduksi.

Melalui pendidikan itu pula, menurut dia, anak-anak juga diharapkan menghargai perempuan, yang kerap menjadi objek kekerasan seksual.

“Sehingga penting diberikan kepada anak baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga,” kata dia.

Namun demikian, menurut dia, akibat pendidikan itu hingga kini masih dianggap tabu dan asing, maka sampai saat ini kasus kekerasan seksual belum mampu ditekan secara signifikan.

“Untuk konsep penerapannya mungkin bisa dikemas secara berjenjang sesuai umur, yang jelas perlu dimulai,” kata dia.

Di sisi lain para orang tua juga jangan abai dan terlalu memberikan kebebasan kepada anak tanpa kontrol dan pergaulan. Mereka perlu memantau secara cermat seluruh aktivitas anak, khususnya yang bersifat rutin di luar sekolah.

“Selama ini para orang tua tidak peduli ketika anak kumpul di sebuah rumah dan melakukan kegiatan tertentu secara rutin, hal demikian perlu dipantau. Para orang tua harus lebih gencar menanamkan kecurigaan kepada perkembangan anak,” kata Suprapto.

(Ant/Dede)

Related Posts