Gara- Gara Kucing Majikan Mati, TKI Dipukul dan Diputuskan Kontraknya

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Hanya gara-gara seekor kucing peliharaan majikanya mati, seorang TKI yang bekerja di Brunei Darussalam harus mendapat pukulan. Tidak hanya itu TKI asal Nusa  Tenggara Barat ini, juga diputuskan kontrak kerjannya dan di pulangkan ke Indonesia.

“TKI kita ini dituduh majikannya membunuh kucing peliharaannya. Tidak terima dengan kematian kucing peliharaan, majikan tersebut kemudian memukul dan berlanjut pemutusan kontrak kerja TKI serta memulangkannya ke Indonesia melalui pintu masuk Kalbar,” ungkap Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak, As Syafii kepada awak media, Selasa (17/5).

Setibanya di Pontianak, lanjut Syafii, TKI tersebut kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk kepulangannya. Beruntung seseorang mau membantu menumpangkan bermalam dan membawa ke Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat untuk dibantu menangani masalahnya. Oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, kemudian melimpahkan masalah TKI ini ke BP3TKI Pontianak.

Setelah didata lanjut Syafii, TKI bernama Suhartati Binti Syarifudin Jakfar (41) warga Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ini sudah bekerja di Brunei Darussalam selama dua kali.

“Namun keberangkatannya yang kedua ini tidak sebaik nasibnya yang pertama, dan baru dua bulan sudah bernasib malang,” ungkapnya.

Menurut Syafii, berdasarkan pengecekan yang dilakukan pihaknya, pada Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (SISKOTKLN) BNP2TKI tidak menemukan data TKI tersebut.

Dugaan kami, TKI ini diberangkatkan secara tidak resmi atau non prosedural ke Brunei Darussalam pada pemberangkatannya yang kedua. Data keberangkatan TKI yang pertama ada pada sistem online yang bekerja sebagai house maid (PLRT) pada pengguna perseorangan disana, dan diberangkatkan oleh PT. W L J di Bekasi, Jawa Barat.

Kendati demikian, BP3TKI Pontianak akan menelusuri proses keberangkatan TKI ini dan membantu proses kepulangannya ke daerah asal.

“Saat ini TKI masih ditampung sementara di shelter kita untuk pendalaman kasus dan proses penyelesaiannya,” pungkasnya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts