Kekerasan Terhadap Perempuan di NTB 1.031 Kasus

Mataram, thetanjungpuratimes.com – Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Nusa Tenggara Barat mencatat sebanyak 1.031 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak terjadi sepanjang 2015.

“Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cenderung meningkat,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Muhammad Amin, di acara rapat koordinasi kebijakan pemenuhan hak, perlindungan dan pemberdayaan perempuan yang digelar Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Mataram, Selasa.

Sebagian besar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2015, didominasi kasus kekerasan fisik, disusul psikis dan seksual, yang sebagian besar terjadi dalam rumah tangga.

Menurut Amin, dari sisi pola, bentuk dan angka, kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meluas.

Data Komisi Nasional (Komnas) Perempuan pada 2015, menunjukkan kekerasan tidak hanya terjadi di wilayah domestik, melainkan telah meluas di berbagai ranah, termasuk di wilayah publik.

Berdasarkan jumlah kasus yang didapat dari 232 lembaga mitra Komnas Perempuan di 34 provinsi, terdapat 16.217 kasus yang berhasil didokumentasikan dan yang paling menonjol terjadi di ranah personal.

“Pada 2016 menunjukkan terjadi kenaikan data jenis kekerasan seksual di ranah personal dibanding tahun sebelumnya, yakni 11.207 kasus,” ujarnya.

Ia mengatakan, akar permasalahan dari kasus-kasus kekerasan dan kejahatan seksual dan ketidakadilan terhadap perempuan bersifat multidimensi dan multikompleks, yakni bersumber dari permasalahan ekonomi.

Selain itu, masalah sosial-budaya, kesehatan jiwa, pendidikan, penegakan hukum, komitmen politik, hingga hilangnya nilai-nilai karakter bangsa.

Oleh sebab itu, semua pihak harus terlibat membantu menyelesaikan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Perempuan perempuan merupakan bagian tak terpisahkan dalam sejarah perjuangan bangsa dan bersama laki-laki, perempuan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa,” katanya. (Ant/Yuniar)

Related Posts