“Tour de Flores” Jadi Agenda Tetap

Larantuka, thetanjungpuratimes.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan, balap sepeda internasional lintas Pulau Flores (Tour de Flores) 2016, akan menjadi agenda tetap setiap tahun.

“Saya baru saja berbicara dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, dan pak Menteri setuju jika ‘Tour de Flores’ menjadi agenda tetap tahunan untuk mempromosikan pariwisata NTT,” kata Lebu Raya pada acara pelepasan lomba balap sepeda internasional di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Kamis (19/5).

Dalam hubungan dengan penetapan Tour de Flores sebagai agenda tetap tahunan, Gubernur Lebua Raya meminta para bupati se-daratan Pulau Flores mulai dari Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggari Timur, Manggarai dan Manggarai Barat untuk mempersiapkan diri lebih awal.

“Tahun ini persiapannya sangat singkat. Mungkin banyak kekurangan tetapi kita berharap tahun 2017 nanti lebih baik lagi,” katanya.

Selain itu, gubernur juga meminta masyarakat untuk ikut berpartipasi, terutama menjaga suasana dan kenyamanan pada setiap etape yang akan dilalui peserta lomba.

“Saya datang ke Larantuka dengan membawa serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Saya ingin memastikan bahwa, suasana tetap aman dan kondisi selama penyelenggaraan. Tidak boleh ada sesuatu apapun yang mengganggu keamanan,” katanya menegaskan.

Lomba sepeda internasional lintas Pulau Flores itu dilepas Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli dengan titik star di depan Kantor Bupati Flores Timur di Kota Larantuka, tepat pada pukul 09.00 WITA.

Para peserta yang berjumlah 20 tim dari 26 negara ini akan melakukan perjalanan pada lima etape, dan etape pertama adalah Larantuka-Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka sejauh 148 kilometer.

Tour sepeda lintas Pulau Flores (Tour de Flores) yang diikuti 20 tim pembalap dari 26 negara itu akan menjadi ajang lomba paling menantang seperti Tour de Singkarak dan Tour Banyuwangi Ijen.

Lintasan lomba sepanjang 615 km itu akan berakhir di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores pada 26 Mei 2016.

Labuan Bajo yang merupakan garis finis dari lomba Tour de Flores itu merupakan pintu masuk utama wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK) yang dihuni binatang purba berukuran raksasa “varanus kommodoensis” (Komodo).

Menurut rencana, pada saat fiAcara itu dijadwalkan akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Ada lima etape yang dilewati peserta yaitu etape pertama dari Larantuka-Maumere menginap di Maumere. Etape kedua dari Kota Maumere-Ende, ketiga Ende-Bajawa, ke-empat Bajawa-Ruteng dan etape kelima Ruteng-Labuan Bajo.

Pada setiap etape, para peserta akan mendapat hiburan dari anak-anak daerah yang akan menggelar berbagai acara kesenian.

(Ant/Dede)

Related Posts