19 Tahun Jaringan Listrik Hilang, Desa di Melawi Gelap Gulita

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Jaringan listrik yang hilang di sepanjang jalan Kabupaten Nanga Pinoh-Ella, dari Simpang Desa Kebebu hingga Simpang Desa Nusa Pandau usai dibangun PT PLN wilayah pada tahun 1997, hingga kini belum ada kejelasannya.

Akibat tidak jelasnya status jaringan yang hilang, berdampak terhadap beberapa desa di daerah tersebut yang seharusnya dialiri melalui jaringan yang hilang itu.

Kades Kebebu, Akhmad Yani menerangkan, jaringan listrik PLN di Jalan Kabupaten Nanga Pinoh-Ella sudah di bangun PLN Wilayah pada Tahun 1997 silam. Akibatnya, 10 desa yang mengalami gelap gulita yaitu Desa Tebing Karangan, Dusun Lebak Tapang dan Dusun Sebaju di Desa Kebebu, Desa Nanga Man, Sungai Pinang Engkurai, Merah Arai, Merpak, Pelinggang Bina Jaya dan Desa Kahiya.

Akhmad Yani berharap, pihak PLN segera memperbaiki jaringan listrik yang hilang dan membangun jaringan listrik baru di wilayah itu. Apalagi, 10 kepala desa sudah mendatangi PLN Wilayah, yang sangat merespon serta mendukung adanya pemasangan jaringan kembali di wilayah tersebut.

“PLN Wilayah menyerahkan pemasangan dan kejelasan jaringan itu ke PLN Sanggau. Kami sudah menghadap ke PLN Sanggau, dan jawabannya masih menghitung RAB nya. Namun sampai sekarang Rayon Nanga Pinoh dalam menyelesaikan materialnya belum ada kejelasannya. Jadi kami minta, jangan hanya memberikan harapan palsu terhadap kami,” ucapnya.

Sementara, Kades Tebing Karangan, Sekoi menambahkan, pihak PLN belum ada tindakan nyata dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Padahal masyarakat disana sudah berusaha mengusulkan untuk segera di perbaiki jaringan itu, sejak tahun 2008, 2010, 2012 hingga 17 Februari 2016.

“Kami ke PT PLN Wilayah Kalimantan Barat menemui Manajer UPKK , I Made Pastika, Yusuf Wibowo dan Totok. Disana kami menyerahkan kembali sket ( gambar, red) jaringan listrik Desa Tebing Karangan, Desa Nanga Man, Kebebu,Sungai Pinang, Engkurai, Merah Arai, Pelinggang, Sungai Bakah dan Desa Nyanggai. Pada Saat itu, Pak Made menyampaikan kepada kami bahwa, kewenangan PLN Area Sanggau untuk menyelesaikan permasalahan kehilangan jaringan listrik tersebut,” ceritanya.

Jika sudah di perbaiki oleh PLN Area Sanggau, lanjut Sekoi, maka PLN Wilayah segera membangun jaringan baru di 10 desa itu secara bertahap. Kemudian para rombongan Kepala Desa itu mendatangi PLN Area Sanggau untuk menyerahkan berkas-berkas  agar bisa ditindak lanjuti.

Bahkan sepulang dari PLN Wilayah, 9 Kepala Desa juga menemui Bupati Melawi, Panji S.Sos, untuk meminta bantuan agar desa kami bisa menikmati peneranngan listrik PLN seperti desa lainnya.

“Bupati mendukung dan mengaku siap membatu anggaran untuk perbaikan jaringan listrik yang hilang, dengan catatan status jaringan itu harus jelas supaya tidak ada tumpang tindih. Kami juga memohon kepada DPRD Melawi untuk menyurati GM PT PLN Wilayah Kalimantan Barat. Surat itu lasung dari Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin dan dikirim 10 Maret 2016 untuk ke PLN Wilayah, guna menentukan status jaringan listrik tersebut,” jelasnya.

Namun, nyatanya sampai hari ini belum mendapatkan jawaban dari pihak PLN. Karena belum juga mendapatkan informasi yang pasti pihak kepala desa sempat kembali mendatangi ke PLN Sanggau pada 3 Mei 2016 menemui Bidang Perencanaan.

“Pada pertemuan itu,  Seno selaku Bidang Perencanaan PLN Sanggau menjanjikan minggu kemaren sudah selesai RAB nya. Kemudian disampaikan ke PLN Wilayah dan segera membalas surat dari DPRD Melawi. Tetapi sampai hari ini juga, kami belum mendapatkan informasi dan kepastian,” ucapnya.

Terpisah, Kades Sungai Pinang, Syafi’i mengatakan, usaha yang dilakukan bersama para kepala desa tersebut  jangan dipandang sebelah mata. Apa bedanya desa lain seperti Desa Bina Jaya, Kecamatan Tanah Pinoh, dan Desa Landau Tubun Kecamatan Pinoh Selatan yang dulu jaringan listriknya juga hilang tapi sudah bisa diperbaiki.

“Sementara kami hanya menonton tiang bekas saja. Padahal desa kami dekat dengan ibukota Kabupaten Melawi. Percuma saja PLN Membuat Program Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Sudah 71 tahun Indonesia Merdeka, desa kami tetap saja gelap gulita,” pungkasnya. (Edi/Yuniar)

 

Related Posts