Papua Butuh Dukungan Berantas Peredaran Minuman Beralkohol

Jayapura, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Provinsi Papua dan para pemangku kepentingan lainnya membutuhkan dukungan terpadu dalam memberantas peredaran minuman beralkohol, karena pemerintah pusat mencabut perda tentang pelarangan minuman beralkohol.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Elia Loupatty, di Jayapura, Sabtu, mengatakan salah satu bahaya laten di Bumi Cenderawasih adalah minuman beralkohol sehingga jika memang perdanya dicabut maka dibutuhkan kesatuan hati dari semua kalangan untuk memberantas peredarannya.

“Semua pihak tetap harus bersatu padu memberantas peredaran minuman beralkohol meskipun perdanya sudah dicabut oleh pemerintah,” katanya.

Menurut Elia, minuman beralkohol ini telah banyak menghilangkan nyawa orang sehingga, pencabutan perda tersebut bukan menyangkut regulasi tapi hati nurani.

“Kami yakin jika dibuat angket maka 95 persen anak-anak di Papua khususnya setuju jika minuman beralkohol ini dilarang, sehingga meskipun tanpa regulasi, pencegahan terhadap peredaran, penjualan serta produksi barang haram ini tetap harus dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri akan mencabut 3.266 peraturan daerah yang dianggap menghambat investasi dan pembangunan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui bahwa di antara perda tersebut, ada perda berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol.

Perda pelarangan miras yang akan dicabut, antara lain perda di Papua, Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat. (Ant/Yuniar)

Related Posts