Para Biksu Pindapata di “Pecinan” Kota Magelang

Magelang, thetanjungpuratimes.com – Sekitar 75 biksu menjalani prosesi pindapata di sepanjang jalan utama di kawasan “Pecinan” Kota Magelang, Jawa Tengah, dalam rangkaian perayaan Waisak 2016 pada Sabtu (21/5) pagi.

Para biksu Sangha Theravada dan Mahanikaya itu, sebelumnya bersama umat Buddha menyalakan lilin dan bersembahyang di Kelenteng Liong Hok Bio di kawasan pusat kota atau sekitar Alun-Alun Kota Magelang.

Warga bersama keluarganya yang tinggal di kawasan pusat pertokoan “Pecinan”, baik di sisi timur maupun barat Jalan Pemuda Kota Magelang berdiri di depan rumah toko masing-masing untuk memberikan sejumlah uang yang dimasukkan dalam angpao dan berbagai macam makanan dalam kemasan kepada para biksu yang melewatinya.

Setiap biksu membawa wadah dari logam untuk menyimpan pemberian yang menjadi tanda derma masyarakat dan umat Buddha melalui para biksu dalam prosesi pindapata itu.

Aparat kepolisian mengatur kelancaran arus lalu lintas umum di sepanjang jalan sekitar satu kilometer kawasan “Pecinan” tersebut selama mereka melakukan prosesi pindapata.

Tampak hadir pada kesempatan itu, antara lain Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Dasikin dan Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah David Hermanjaya.

David menjelaskan tentang pentingnya umat Buddha berderma sebagai wujud semangat hidup sehari-hari dalam peduli kepada sesama.

“Berderma menjadi wujud pengembangan dharma, tidak ada paksaan,” katanya.

Ia menyebut umat yang berderma sesuai kemampuan dan dilakukan secara tulus sebagai kesenangan batin karena telah melakukan perbuatan untuk kebahagiaan bagi semua.

“Berderma yang tulus tanpa mengharapkan balasan dapat menjadikan kesenangan batin. Dengan berderma itu, Buddha tidak menjanjikan apa-apa, tetapi berderma adalah kesenangan batin,” katanya.

Prosesi pindapata menjadi bagian dari rangkaian perayaan Tri Suci Waisak yang puncaknya jatuh pada Minggu (22/5) dini hari.

Pada puncak Waisak, para biksu dan umat Buddha melakukan meditasi di pelataran Candi Agung Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Tri Suci Waisak sebagai perayaan atas tiga peristiwa penting dalam ajaran agama Buddha, yakni kelahiran Sidharta Gautama, Sang Buddha mencapai penerangan sempurna, dan wafat Buddha Gautama.

(Ant/Dede)

Related Posts