Ajang MTQ, Target dan Panyampaian Syiar Harus Selaras

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Selain berlomba, ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI harus menjadi momen menunjukkan syiar Islam. Sebagai ajang kompetisi bermuatan agama, target prestasi dan sampainya syiar punya hubungan erat.

“Kepada kafilah saya berharap, di samping target menjadi juara, juga harus berupaya menunjukkan syiar Islam yang mulia,” kata Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana saat melepas keberangkatan kafilah Kabupaten Mempawah ke ajang MTQ XXVI Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Ramlana, upaya menunjukkan syiar Islam dapat dilakukan melalui tutur kata dan perilaku yang baik. Di antaranya kesopanan, kesantunan, dan kelembutan bahasa. Ia menyebut, ajang MTQ tidak sama dengan ajang-ajang lainnya. MTQ, berhubungan dengan ibadah termasuk kitab suci Alquran.

“Sehingga apabila ada peserta yang berhasil, maka dia telah meraih dua keberhasilan sekaligus. Yaitu juara dan sebagai penyampai syiar Islam. Sementara kepada yang belum berhasil menjadi juara, dia masih mendapatkan satu hasil, yakni sebagai penyampai syiar Islam yang pahalanya pun sangat besar,” tuturnya.

Terkait target prestasi, ia mengingatkan pemua personel untuk menjaga kondisi. Selain faktor kesehatan pribadi, kafilah juga diingatkan untuk berdoa meminta kesehatan dan kekuatan.

“Melalui itu semua kita berharap tim dapat tampil baik dan kembali mengharumkan nama Kabupaten Mempawah seperti ajang MTQ sebelumnya. Saat itu, kita menjadi juara umum tingkat provinsi dan putra daerah kita mewakili Kabupaten Mempawah mengharumkan nama provinsi di tingkat nasional,” ucapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, Gusti Ramlana berterima kasih kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Mempawah dan para peserta kafilah. Ia menilai seluruh pelatih dan peserta sangat tekun menjalani tanggung jawabnya masing-masing.

Sebagai juara bertahan, Kabupaten Mempawah sangat serius menyikapi MTQ XXVI tingkat Provinsi. Sebanyak 36 personel kafilah telah mengikuti pelatihan intensif dalam dua kali pemusatan latihan. Jumlah pelatih yang terlibat tak tanggung-tanggung, mencapai 25 orang.

“Personel yang bertanding jumlahnya 36 orang dengan didampingi pelatih sebanyak 25 orang. Ini luar biasa. Rasionya hampir satu berbanding satu,” kata ketua panitia pemusatan latihan kafilah, Ismail.

Dia mengungkapkan dari jumlah 36 personel, enam orang di antaranya dikirim berlatih ke Sukabumi, Jawa Barat, selama satu bulan. Ia menuturkan jumlah 25 pelatih terdiri atas 2 pelatih tingkat nasional, 6 pelatih provinsi, dan 17 pelatih tingkat kabupaten. Selain itu kafilah juga menggunakan jasa psikolog.

“Kehadiran psikolog sangat penting untuk memberikan pemahaman, bagaimana tampil yang baik agar jangan sampai terjadi ketidaksiapan atau demam panggung. Ini di antara persiapan kita yang barangkali agak berbeda daripada waktu-waktu sebelumnya,” terang Ismail.

Turut hadir pada pelepasan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah Kasiman dan Kepala Bagian Kesra dan Mental Spiritual Sekretariat Daerah Muhammad Pagi. (Hamzah/Yuniar)

Related Posts