Rugikan Negara Rp1,5 Miliar, Kejati Tahan Tersangka Guprid Raido

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kalbar, Bambang Sudrajat menjelaskan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar kembali menahan seorang kontraktor, Guprid Raido, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Kantor Bupati Melawi, Selasa (24/5).

Usai diperiksa di ruang Pidsus Kejati Kalbar, tersangka Guprid Raido langsung ditahan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pontianak yang dibawa mengunakan mobil tahanan Kejati Kalbar.

“Penahanan ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi pembangunan kantor Bupati Melawi tahun anggaran 2006 dan 2007 yang diduga merugikan negara senilai Rp1,5 miliar. Dan terhadap tersangka Guprid Raido ini, sudah memenuhi alat bukti sehingga bisa kita tahan,” ungkap Bambang Sudrajat.

Sebelumnya, Kejati Kalbar juga sudah menahan Fahruzi, yang berperan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kalbar, ditemukan adanya kelebihan kapasista yang menyebabkan dugaan kerugian negara mencapai Rp1,5 miliar.

“Berdasarkan audit pada tahun 2006 anggaranya Rp 5,3 miliar, sedangkan tahun 2007 anggarannya sebesar Rp11 miliar. Tahun 2008-2009 anggarannya senilai Rp19,182 miliar. Sementara penyidikan mulai dilakukan sejak tahun 2014, dan sekarang kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pembangunan gedung Kantor Bupati Melawi tahun anggaran 2006 pada saat itu dilelang dan dimenangkan oleh PT Esra Ariyasa Utama, dengan pagu anggaran sebesar Rp5,3 miliar. Dilanjutkan pada pembangunan tahun 2007 yang menelan anggaran senilai Rp11 miliar.

“Pekerjaan pembangunan itu tidak dilaksanakan oleh pemenang lelang, namun dilaksanakan langsung oleh Guprid Raido sebagai pelaksana pekerjaan. Dan saat pelaksanaan pengerjaan, pembangunannya terjadi overlap dalam pembayaran terhadap beberapa item pekerjaan sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka perhitungan kerugian negara,” pungkasnya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts