Pangdam : Mahasiswa Merupakan Generasi Muda

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Panglima Kodam XII/Tpr, Mayjen TNI Agung Risdhianto, dihadapan mahasiswa IAIN Pontianak menyatakan, mahasiswa merupakan generasi muda penentu masa depan bangsa dan negara. Untuk itu, sebagai mahasiswa jangan sampai berprilaku menyimpang dari kaidah ajaran agama.

“Namun haruslah sejalan dengan ajaran agama serta menumbuhkan semangat bela negara,” ungkap Pangdam saat menghadiri seminar Bela Negara di universitas IAIN Pontianak yang terketak di Jalan Letjen Soeprapto Pontianak, Rabu (25/5),

Sebagai penerus kemajuan bangsa dan negara, mahasiswa juga harus dapat melihat perkembangan dunia. Dimana dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat dan ketersediaan pangan terbatas. Maka perlu adanya swasembada pangan untuk mengatasi hal tersebut.

“Dan bila tidak seperti yang kita rasakan saat ini, banyak negara yang berebut sumber energi sehingga menimbulkan konflik energi,”  paparnya di depan mahasiswa IAIN Pontianak.

Dalam hal keamanan dan ketahanan negara, sebagai generasi muda harus ikut mewaspadai maraknya berbagai budaya negatif seperti judi online, seks bebas, narkoba dan radikalisme.  Salah satunya yang perlu diwaspadai bersama yakni penyalahgunaan narkoba.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga harus mewaspadai bahaya laten tumbuhnya PKI yang berupaya memutar balikan fakta.

“Dimana seakan-akan PKI ini menyatakan dirinya sebagai korban peristiwa tahun 1965. Dan yang tak kalah harus diwaspadai adanya komunis gaya baru yang ingin menjadikan generasi muda Indonesia sebagai sasaran,” ujarnya.

Di samping itu, ada lagi ancaman lain yakni Proxy War. Ini sebagai ancaman yang nyata bagi bangsa Indonesia. Dengan proxy war dapat melemahkan Panca Gatra dari Hannas Sosial dan menyerang sisi budaya, ekononi, politik, ideologi, Hankam.

“Ini harus kita atasi dengan revitalisasi nilai-nilai kepahlawanan dan rasa nasionalisme. Yakni bangga sebagai bangsa Indonesia dan ikut dalam bela negara, baik secara fisik maupun non fisik,” tuturnya.

Namun secara fisik tidaklah harus dengan angkat senjata. Tapi dengan tekun belajar, karena belajar adalah salah satu bagian dari bela negara.

“Sedangkan non fisik kesadaran berbangsa dan bernegara, ikut berperan memajukan bangsa dengan berkarya sesuai bidang kita masing-masing,” tuturnya lagi.

Diakhir ceramahnya, Pangdam menyatakan ancaman kedepan semakin nyata dan perlu antisipasi sejak dini, serta mengajak para civitas akademika IAIN Pontianak sebagai penerus cita-cita pendiri negara berjuang mewujudkan Indonesia Raya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts