Tanggul Jebol, Singkawang Selatan Terendam Banjir

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Akibat tanggul yang berada di Kelurahan Semelagi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara jebol, membuat ratusan rumah tergenang bajir. Hal ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi melanda beberapa wilayah di Kota Singkawang dan sekitarnya.

Admah, salah seorang warga yang enggan mengungsi mengatakan, sejak empat hari banjir melanda Semelagi Kecil. Namun dirinya beserta anak dan cucunya masih enggan mengungsi lantaran masih mengkhawatirkan ternak mereka.

Beserta anak dan cucunya yang masih berusia 3 bulan, dirinya terpaksa bertahan dengan cara membuat panggung di dalam rumah.

“Kami khawatir karena berapa hari lalu ada ular masuk ke rumah sebelah,” tuturnya.

Admah mengatakan, hingga kini mereka harus bertahan dengan kondisi seadanya. Sebab, masih ada bantuan dari beberapa donatur termasuk Pemkot Singkawang.

“Kemarin Walikota Singkawang membantu korban banjir, dengan memberikan bantuan sekaligus meninjau lokasi,” ungkapnya.

Sementara  Lurah Semelagi Kecil, Kusnadi mengaku, air tidak hanya menggenangi jalan dan halaman. Namun, air juga masuk ke dalam rumah warga yang tingginya mencapai betis orang dewasa. Akibatnya warga harus mendirikan takong, atau membuat panggung di dalam rumah mereka.

Selain itu, aktifitas di kelurahan juga terganggu akibat jebolnya tanggul yang berada di daerah mereka.

“Untuk mengantisipasi aktifitas di kelurahan, saya sudah memerintahkan anak buah untuk pindah ke rumah salah satu staf yang agak tinggi, sehingga tidak mengganggu aktifitas perkantoran,” tuturnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Singkawang, Adi Suhardi mengatakan, ada tiga titik tanggul yang jebol. Walikota Singkawang bersama Dinas SDA ESDM dan BPBD sudah turun ke lokasi.

“Bantuan logistik sudah kita berikan. Dan kita akan tetap monitor terus perkembangan,” katanya.

Sayangnya, persediaan stok di BPBD terus menipis. Sehingga, pihaknya berharap bantuan dari BPBD Provinsi untuk memberikan bantuan logistik yang diperlukan warga yang terkena musibah banjir.

Saat ini warga yang rumahnya terendam banjir, masih memilih menetap di rumahnya masing-masing kendati air semakin tinggi.

“Jika air semakin tinggi, pihaknya akan mendirikan posko,” pungkasnya. (Mizar/Yuniar)

 

Related Posts