Kota Pontianak Sabet Top 35 Inovasi Pelayanan Publik

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kota Pontianak sukses menyandang Top 35, pada ajang kompetisi inovasi pelayanan publik yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI.

Tidak tanggung-tanggung, Kota Pontianak mendapat 2 kategori Top 35 inovasi tersebut yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) dan PT Pelindo II Cabang Pontianak.

Kota Pontianak mengunggulkan RSUD SSMA dengan pelayanan antidiskriminasinya menjadi salah satu dari 5 kota yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Penghargaan diserahkan langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (26/5).

Edi mengatakan, diterimanya penghargaan ini membuktikan bahwa Kota Pontianak selalu berupaya untuk berinovasi dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tanpa diskriminasi.

“Semoga penghargaan ini memberikan motivasi dan semangat serta memacu kita untuk terus berinovasi dengan memberikan kemudahan-kemudahan sesuai dengan harapan masyarakat,” ucapnya.

Sementara Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengapresiasi atas diraihnya dua penghargaan sebagai Top 35 tersebut.

“Ini selaras bahwa Pontianak sebagai kota dengan layanan publik terbaik di Indonesia, jadi Pontianak dapat dua, satu pelayanan rumah sakit, satu lagi pelabuhan,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Sebelum mencapai posisi Top 35 saat ini, RSUD SSMA dan PT Pelindo II Cabang Pontianak dinobatkan sebagai Top 99. Sutarmidji mengaku bangga atas prestasi yang diraih Kota Pontianak di bidang kesehatan dan pelabuhan ini. Sebab, kedua sektor itu merupakan pelayanan publik yang menyentuh langsung masyarakat.

RSUD SSMA yang mengunggulkan inovasi pelayanan antidiskriminasi, tidak mengenal yang namanya kelas-kelas. Menurutnya Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan jenis penyakit lebih penting diimplementasikan, bukan perbedaan kelas.

“Sebab konsep yang kita terapkan pada rumah sakit ini adalah pelayanannya. Bukan dari jenis ruangan, tetapi harus dibedakan sesuai jenis penyakitnya. Semua pasien harus mendapat fasilitas sama,” ujar Midji.

Permasalahan dwelling time di pelabuhan yang menjadi perhatian Presiden RI, Jokowi lantaran memakan waktu yang cukup lama, berhasil dipangkas Pelabuhan di Pontianak hingga mengantarkan PT Pelindo II Cabang Pontianak masuk dalam Top 35 Inovasi Pelayanan Publik kategori inovasi transformasi Pelabuhan Pontianak melalui pembenahan terminal peti kemas.

“Selama ini secara nasional dwelling time selalu bermasalah. Presiden meminta waktu inap kontainer di pelabuhan atau dwelling time terus ditekan, di Kota Pontianak sudah lebih dulu yaitu hanya dua hari lebih,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkot Pontianak akan mengusulkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) dengan inovasi pelayanan tercepat. Dari sisi waktu pelayanan, dirinya yakin pelayanan di BP2T tercepat se-Indonesia.

“Hanya belum terekspos saja, belum sempat diikutsertakan, sekarang dengan SK baru saya akan ikut sertakan BP2T untuk penilaian tahun depan,” pungkasnya. (Agustiandi/Yuniar)

 

Related Posts