Pencabulan Anak di Bawah Umur Kembali Terjadi di Sekadau

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Setelah sebelumnya bocah berusia 3,9 tahun, kini menimpa anak berusia 16 tahun di Kecamatan Sekadau Hilir. Pelaku tidak lain adalah sepupunya sendiri berinisial SP.  Pria berusia 24 tahun itu rupanya telah melakukan perbuatan tidak senonoh sebanyak lima kali terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, AKP K Purba mengatakan, kasus pencabulan ini terjadi pada Februari lalu dan baru dilaporkan baru-baru ini. Kasus tersebut terjadi di rumah nenek mereka, karena korban sering menginap di rumah neneknya.

“Di rumah neneknya itu ada empat orang, yaitu dua sepupu korban dan neneknya. Korban dan neneknya tidur di kamar, sedangkan kedua sepupu korban tidur di ruang tamu,” ungkap Purba saat ditemui di ruangannya, Jumat (27/5).

Korban, kata Purba, juga tidak menyangka jika pelaku tega melakukan perbuatan tak senonoh tersebut. Awalnya, sekitar pukul pukul 23.30 WIB, korban terbangun dan pergi ke dapur untuk minum air putih.

“Usai minum air putih, tiba-tiba mulut korban ditutup dengan menggunakan kain. Korban merasa kalau ada bau obat yang tercium dari kain tersebut dan seketika korban tidak sadarkan diri,” kata dia.

Sekitar pukul 03.00 WIB, kata Purba, korban tersadar dan sudah berada di ruang tamu dan merasa dirinya telah disetubuhi oleh pelaku. Setelah itu, korban melihat pelaku sedang menonton televisi dan pelaku mengancam akan membunuh korban, jika melaporkan kejadian itu kepada kedua orang tuanya.

“Ancaman itulah yang membuat korban takut menceritakan kepada orang lain. Menurut pengakuan korban, setelah kejadian itu pelaku sering memaksanya untuk melakukan perbuatan tidak senonoh,” ucap Purba.

Kejadian itu, lanjut Purba, baru terbongkar sekitar pertengahan April lalu. Korban menceritakan kejadian tersebut kepada saudara dan bibinya.

“Karena cerita tersebut jadi menyebar dari mulut ke mulut. Orang tua korban pun tahu dan menanyakan kepada korban,” ujarnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sekadau.

“Sebelumnya memang telah dilakukan proses hukum adat,” timpalnya.

Apalagi, kata Purba, berdasarkan perintah Presiden jika pelaku kekerasan seksual terhadap anak harus ditangkap. Sehingga pelaku akan disangkakan dengan pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 14 tahun penjara.

“Pelaku sudah diamankan. Kami terus mendalami kasus itu,” tegasnya.

Sementara itu, SP menampik jika perbuatan tersebut dilakukan dengan paksaan. Ia mengatakan, perbuatan tersebut dilakukan di tempat yang sama, yakni di kediaman neneknya. Perbuatan itu, dilakukan dengan dasar suka sama suka dan bukan karena paksaan.

“Kami melakukan perbuatan tersebut sebanyak lima kali dan dilakukan atas dasar suka sama suka,” pungkasnya.  (Yahya/Yuniar)

Related Posts