Satpol PP : Jangan Jual Lem Kepada Anak-Anak

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Kasi Pengawasan Operasional, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang, Hubi Amri mengimbau kepada pemilik toko untuk tidak menjual lem kepada anak-anak di bawah umur. Hal itu ditegaskannya, akibat maraknya lem yang disalahgunakan anak-anak remaja akhir-akhir ini di Kota Singkawang.

Ditambah lagi belum adanya undang-undang untuk dilakukan penindakan terhadap penyalahgunaan lem, sehingga usai menangkap, Satpol PP hanya bisa memberikan pembinaan dan diserahkan kepada orang tua anak yang bersangkutan.

“Tahun 2015 kemarin, ada belasan kasus anak ngelem yang kita tangkap. Tapi, kita tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan pembinaan,” ujarnya.

Menurutnya, dampak dari ngelem sangat luar biasa. Bahkan, lem ini bisa berujung pada kematian. Sehingga, guna mengatasi masalah ini, diperlukan kerjasama dari semua pihak termasuklah orang tua, agar selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya.

“Apalagi yang sering ditemukan itu, korbannya adalah anak-anak pelajar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota DPR RI, Erma Suryani Ranik mengimbau kepada generasi muda khususnya remaja untuk menjauhkan diri dari prilaku “ngelem”.

Karena, kata Erma, mengelem ini sangat merusak kesehatan. Untuk mencegah prilaku ini, dia mengharapkan peran serta orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya.

“Karena, jika orang tua tidak perduli dan abai terhadap anak-anaknya kemungkinan bisa terlibat dalam kasus ngelem,” ujarnya.

Sehingga, Erma meminta kepada lapisan masyarakat untuk terus melakukan pembinaan dengan melibatkan pemerintah kota setempat.

“Kerjasamalah antara Pemerintah, kepolisian, kecamatan sampai ke tingkat RT,” pintanya. (Mizar/Yuniar).

Related Posts