Perwakilan Afrika Antusias Ikuti Pelatihan Penangkapan Ikan

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Perwakilan dari enam negara Afrika yang mengikuti pelatihan internasional tentang perikanan antusias mengikuti praktik lapangan tentang penangkapan ikan dengan alat “bubu” di Banyuwangi.

“Kami sangat antusias melihat bagaimana alat yang kami buat ini digunakan untuk menangkap ikan,” kata perwakilan Zimbabwe, Senior Reseacher and Head of Fisheries Section, Ministry of Agriculture Mechanization and Irrigation Development Clementain Chenaimoyo Zvavahera saat berada di atas KM Marlin untuk melakukan penangkapan ikan menggunakan bubu di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.

Para peserta berangkat dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi (BP3) Banyuwangi dengan menaiki KM Marlin milik balai itu menuju Selat Bali. Kapal itu dinahkodai oleh Nyoman Sukawan.

Tempat meletakkan alat tangkap perikanan “bubu” berada di perairan sejauh lima mil dari BP3 Banyuwangi.

Dari pelatihan itu, Clementain mengatakan dia dan peserta lain belajar banyak hal seperti bagaimana proses penangkapan ikan, budidaya ikan, dan pengolahan ikan.

Kepala Subbagian Program Evaluasi dan Pelaporan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur Mohammad Saleh Koho merasa senang dapat melakukan kerja lapangan tentang menggunakan bubu untuk menangkap ikan.

“Saya sangat senang dan bangga dengan hasil kerja kami hari ini, walaupun cuaca tidak memungkinkan mendapat hari ini. Kami bangga apa yang kami dapatkan selama beberapa hari ini manfaatnya ilmu bagi kamisemua,” tuturnya.

Fishing Technician, National Istitute for Development of Fish and Aquaculture Mozambik Rosario Fernandes Jorge Laissane mengatakan dia dan rekannya belajar tentang bagaimana orang Indonesia menangkap ikan.

“Hari ini saya berlatih menggunakan bubu. Ini sangat menyenangkan,” katanya.

Dia mengatakan akan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dari Indonesia ketika pulang ke negara asal.

“Apa yang kami lakukan hari ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan kami tentang bagaimana menangkap ikan,” tutur perwakilan dari Kementerian Sumber Daya Hewan (Ministry of Animal Resources) Sudan, Ahmed Abdelsalam Fadol.

Selama perjalanan dan proses menunggu menarik bubu dari dasar laur, para peserta dari negara Afrika dan Indonesia tertawa dan saling berbincang satu sama lain. (Ant/Yuniar)

Related Posts