UMI-Universitas Islam Selangor MoU Pertukaran Dosen

Makassar, thetanjungpuratimes.com – Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Kolej Universiti Islam AntarBangsa Selangor, Malaysia melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pertukaran dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Dekan Fakultas Agama Islam UMI Drs HM Hasibuddin SS MA di Makassar, mengatakan kegiatan atau penandatangan MoU ini sebagai bagian dari upaya kedua universitas dalam meningkatkan mutu dan kualitas dosen dan mahasiswa demi persaingan ke depan.

“Untuk saat ini memang sifatnya pendatanganan MoU dan akan kita lanjutkan nanti ke Memorandum of Agreement (MoA). Ini sebagai bentuk komitmen kedua perguruan tinggi untuk bisa lebih berkembang ke depan,” katanya.

Untuk jadwal pelaksanaan MoU tersebut, pihaknya akan berupaya agar bisa dilakukan sesegera mungkin. Ini juga penting bagi kedua kampus untuk bisa lebih bersineragi demi mencapai cita-cita bersama yakni menjadi univesritas internasional.

Bahkan, kata dia, pihaknya berharap program pertukaran mahasiswa dan dosen yang menjadi fokus kerjasama, sudah bisa dijalankan tahun depan.

“Mudah-mudahan pada 2017 sudah bisa melakukan kirim-kiriman dosen ataupun mahasiswa. Kami juga optimistis bisa melaksanakan lebih cepat karena adanya komitmen bersama,” ujarnya.

Sebelumya, Fakultas Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) secara resmi membuka program studi profesi keinsinyuran yang mulai dijalankan pada Agustus, 2016.

program pendidikan profesi yang akan dilakukan ini bisa diikuti baik dari sarjana teknik ataupun non teknik.

“Bagi sarjana teknik yang baru lulus atau sarjana teknik yang sudah punya pengalaman empat lima tahun sudah bisa juga mendaftarkan dirinya dalam program studi profesi insinyur UMI,” kata Tim kerja Pendidikan Profesi insiyur Kemenristek Dikti PII Ir Faizal Safa.

Sementara untuk sarjana non teknik seperti MIPA, kata dia, tentunya harus melalukan praktek lima tahun dibidang keinsiyuran lebih dulu sebagai syarat untukmasuk dalam program baru UMI tersebut.

Ia menjelaskan, untuk contoh lainnya dari sarjana non teknik yakni pendidikan teknik seperti yang di Universitas Negeri Makassar (UNM) itu juga bisa mendaftarkan dalam program ini.

Namun tentu harus memenuhi persayaratan yakni mengikuti praktek pendidikan selama lima tahun. Untuk setahun di program ini mengambil 24 SKS. satu semester itu praktek di lapangan atau prusahaan industri.

“Untuk jenjangnya sendiri yakni untuk pendidikan tiga tahun itu insiyur pratama, lima tahun itu profesional madya. kalau dapat penemuan dalam proses ke depan bisa jadi profesional utama, “ujarnya. (Ant/Yuniar)

Related Posts