Bupati Sintang Resmikan IPA 40 Liter/Detik

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Memiliki air minum yang bersih dan berkualitas, serta debit air yang deras dan tidak mengalami hambatan pada saat proses membuka keran, tentunya merupakan dambaan setiap masyarakat yang menggantungkan hidup dengan menggunakan air baku PDAM.

Beranjak dari kondisi tersebut, PDAM Kabupaten Sintang membuat Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan debit air 40 liter perdetik, yang diresmikan langsung oleh Bupati Sintang  di Sungai Ringin, Kelurahan Kedabang, Kecamatan Sintang, Senin(30/5).

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, hingga saat ini persentase air bersih di Kabupaten Sintang masih sebesar 5,24 persen. Tentunya hal tersebut akan ditanggulangi dengan adanya PDAM IPA di Sungai Ringin.

“IPA dengan kapasitas debit air 40 Liter/detik ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terhadap air bersih di Kabupaten Sintang,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan cakupan kebutuhan masyarakat dalam  halnya air minum yang berkualitas, tentunya pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah terus mendukung PDAM, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah dan memiliki peranan yang amat penting bagi masyarakat.

“Jika ingin mewujudkan masyarakat Sintang yang sehat, perlu adanya peningkatan di bidang kesehatan. Contoh kecil yaitu tersedianya air minum yang sesuai persyaratan, dari segi kualitas maupun segi kuantitas,“ ungkap Jarot.

Sesuai dengan program sinkronisasi air baku untuk Kabupaten Sintang, Pemerintah akan membuat air baku yang bersih berasal dari Bukit Saran, yang nantinya akan ditarik dengan menggunakan pipa sepanjang  89 Km menuju Kota Sintang.

“Semoga masyarakat di Kabupaten Sintang dapat merasakan jernih dan bersihnya air yang merupakan kebutuhan pokok untuk masyarakat, semoga di tahun 2017 nanti sudah bisa mulai dikerjakan” ungkap Jarot.

Ia juga berharap, dengan direSmikannya Instalasi Pengolahan Air di Sungai Ringin, dapat memotivasi para jajaran PDAM untuk tetap selalu semangat dalam bekerja dan melayanani masyarakat.

namun apalah artinya kalau hanya fisik yang dibangun, jika tidak ditopang dengan faktor dari manusia.

“Mari kita bersama-sama bersatu padu, tingkatkan kinerjanya, kepada masyarakat yang ada wilayah  Sungai Ringin,” punkasnya. (Lingga/Yuniar)

Related Posts