Tanam Padi Perdana di Tinting Boyok Gunakan Teknologi Hazton

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Sekadau melakukan tanam perdana dengan menggunakan teknologi hazton di Desa Tinting Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sekadau menargetkan para petani bisa mandiri pangan. Apalagi, pemerintahmelalui dinas terkait, dari tahun ketahun terus melakukan pembinaan.  Selain itu, petani diharapkan bisa menanam padi selama dua kali setahun.

“Untuk bantuan mesin padi perontok, mudah-mudahan bisa diberikan kepada kelompok tani. Selain itu, tahun 2016 juga ada program cetak sawah seluas 600 hektar, yang hasilnya minimal bisa untuk keluarga, tetangga, syukur-syukur bisa dipasarkan,” ungkap Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, usai tanam perdana yang dilakukan dengan teknologi Hazton di Desa Tinting Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu.

Sementara mengenai segala bentuk bantuan, kata dia, tentu akan diberikan kepada petani, asalkan para kelompok tani mau bekerja.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau, Sabas mengatakan, kendala yang dialami dalam program hazton adalah irigasi.

“Kalau hujan kelebihan air, kalau kemarau kekurangan air,” ujarnya.

Namun, kata dia, hal tersebut menjadi tantangan bagi para petani. Selain itu, kendala tersebut bisa menjadi motivasi bagi setiap kelompok tani.

“Kedepan target swasembada, tapi bagi petani saja dulu. Apalagi Tinting Boyok potensinya cukup besar, kalau dikelola dengan baik, swasembada itu bisa tercapai,” kata dia.

Ia mengatakan, target tersebut bisa tercapai asalkan petani mau menanam atau bekerja dan mengikuti arahan dari petugas penyuluh lapangan (PPL). Petani juga harus berkelompok, sehingga bantuan pemerintah juga akan mengalir terhadap kelompok tani.

“Intinya, kalau petani mau bekerja otomatis, sehingga  bantuan akat mengikuti. Harapannya tentu nanti kelompok tani pada tahun depan bisa menanam padi setahun dua kali,” tukasnya.

Kepala Desa Tinting Boyok, Eliyas mengatakan, tanam perdana kelompok tani tersebut sebagai salah satu upaya, agar kedepan tidak kekurangan padi ataupun beras, khususnya di Tinting Boyok. Ia pun mengaku ada berbagai kendala, seperti irigasi yang ada belum memadai.

“Untuk pengairan masih mengandalkan air hujan. Mudah-mudahan kedepan pemerintah bisa mengalokasikan anggaran untuk irigasi bagi kelompok tani,” ujarnya.

Pada panen nanti, ia berharap mesin perontok padi sudah tersedia. Sebab, mesin padi perontok yang dimiliki oleh petani dirasakan masih sangat kurang.

Dandim 1204/ Sanggau, Letkol Arm I Gusti Agung Putu mengatakan, petani harus bersyukur dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Bantuan tersebut diberikan agar hasil pertanian petani meningkat.

“Bersyukur dan yakin jika profesi petani juga bisa sejahtera. Tapi hal itu harus betul-betul diwujudkan,” kata dia.

Sementara kelompok tani setempat mengaku baru pertama kali menanam padi dengan metode hazton. Para petani begitu antusias dalam menanam padi, meski masih ada kekurangan, seperti kurangnya irigasi dan mesin perontok padi.

Salah seorang kelompok tani, Hendrikus mengatakan, teknologi hazton baru pertama kali dilakukan.

“Kami sangat bersyukur sekali dengan bantuan pemerintah. Memang masih ada kekurangannya, mudah-mudahan kedepan bisa teratasi,” ucapnya singkat. (Yahya/Yuniar)

Related Posts