BPMPAKB Bentuk Kelompok Kerja Korban Trafficking dan KDRT

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Tingginya kasus trafficking dan kasus kekerasan dalam rumah tangga, harus ditanggapi dengan  serius. Berangkat dari itulah, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPMPAKB) Kota Pontianak, akan membentuk kelompok kerja korban trafficking dan korban KDRT.

“Kita akan bentuk kelompok kerja aktif tingkat kecamatan, agar bisa menekan kasus yang ada, sehingga Pontianak bisa menjadi kota layak anak,” ungkap Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BPMPAKB Kota Pontianak, Zamni Ratli, usai acara sosialisasi dan pembentukan kelompok kerja korban trafficking dan korban KDRT di aula Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (1/6).

Oleh karena itu, BPMPAKB Kota Pontianak akan terus melakukan sosialisasi di setiap kecamatan yang ada di Kota Pontianak.

Sementara Camat Pontianak Kota, Saroni mengatakan, kasus trafficking dan kasus KDRT harus ditangani secara serius. Sehingga, setelah terbentuknya kelompok kerja, maka harus dilaksanakan secara serius. Bahkan, pihak kecamatan juga akan membentuk kesekretariatan ini.

“Kemudian kita akan mengirim surat pemberitahuan ke setiap kelurahan, RT dan RW, agar masyarakat bisa melakukan pengaduan di sekretariat kelompok korban trafficking dan korban KDRT,” jelasnya.

Untuk menjalankan kelompok kerja, perlu proses kegiatan yang harus terpadu dan terintegrasi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi kasus trafficking dan KDRT di Kota Pontianak, khususnya di Kecamatan Pontianak Kota.

“Kami juga akan memantau sejauh mana, sistem kelompok kerja yang sudah terbentuk. Jika berjalan, artinya kegiatan kelompok kerjanya cukup berhasil,” tuturnya.

Adapun anggota kelompok kerjanya yaitu Muspika, PKK, UPTD, Puskesmas, LPM, LSM dan lembaga – lembaga yang ada di Kecamatan Pontianak Kota.

Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara, Devie Tiomana menambahkan, masyarakat dituntut punya akses cepat dan komunikasi mudah untuk pengaduan masalah trafficking dan KDRT.

“Saya berharap, kelompok kerja yang sudah dibentuk dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Kurniawati/Yuniar)

Related Posts