‘Lauk Kering Abah’ Terinspirasi Dari Kisah Nyata

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Produk ‘Lauk Kering Abah’ saat ini sudah mulai dikenal masyarakat. Selain rasanya enak, produk yang dijual pun bervariasi, diantaranya rasa original, pedas manis, pedas, dan pedas teri.  Sementara bahan-bahannya, ada yang hanya berisi kentang dan kacang, ada juga yang berisi kacang, kentang dan teri.

Dalam satu hari, omset dari penjualan ‘Lauk Kering Abah’ bisa mencapai Rp1 juta-an.  Bahkan sebanyak 10- 15 Kg kentang yang diolah untuk memproduksi lauk tersebut, bisa ludes terjual dalam satu hari.

“Untuk saat ini, kami memasarkan produk ini melalui sistem online. Mengingat kami belum bisa memenuhi untuk dititipkan di toko, karena untuk memenuhi orderan yang datang lewat online saja, hampir tidak bisa tertangani,” ungkap Mardiana, yang memasarkan produk ‘Lauk Kering Abah’ setiap harinya.

Menurut Mardiana, usaha ini bermula dari abang kandungnya yang sering bertugas keliling Indonesia.  Saat  itu, Abang kandung Mardiana merasa kesulitan jika mengkonsumsi makanan di tempatnya bekerja. Mengetahui hal tersebut, istrinya pun berinisiatif untuk membekali lauk berisi sambal kentang dan kacang kering.

Kemudian, Mardiana dan  kakak iparnya memberanikan diri untuk memproduksi produk yang dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Mardiana bertugas memasarkan produk. Sedangkan kakak iparnya yang memproduksi.

“Nama Abah yang diselipi pada produk ini dikarenakan panggilan abang  saya adalah ‘Abah’.  Makanya,  saya beri nama produk ini ‘Lauk Kering Abah’,”  jelasnya.

Pemasaran pertama, berawal dari dikirimnya lauk tersebut ke tempat anak Mardiana mengemban pendidikan di sebuah pondok pesantren. Karena lauk tersebut dimakan bersama – sama dengan santri lain dan dirasa enak,  kemudian santri lain langsung memesan lauk tersebut melalui anak Mardiana.

“Karena teman – teman anak saya juga mencoba lauk yang saya kirimin ke anak saya, mereka menelpon orang tuanya untuk mengirimkan uang guna memesan ‘Lauk Kering Abah’ ini,” tuturnya.

Berangkat dari situlah, Mardiana mencoba memasarkan melalui media sosial dan berkembang hingga saat ini. Dan Mardiana pun berharap, usaha ‘Lauk Kering Abah’ ini maju dan bisa berkembang serta makin banyak peminatnya, baik di Pontianak maupun di Pulau Jawa.

“Produk ini sudah kami pasarkan ke luar Kalimantan, tepatnya di Pulau Jawa,” pungkasnya. (Kurniawati/Yuniar)

Related Posts