Modal KPN Melawi Capai Rp3,1 Miliar

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kabupaten Melawi, kembali menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di aula Emaus guna membagikan sisa hasil usaha (SHU) pada anggota dan pengurus koperasi.

Ketua KPN Melawi, Paulus mengungkapkan, dalam RAT KPN Melawi ketiga, sudah ada peningkatan jumlah modal yang dimiliki hingga mencapai Rp3,1 miliar. Modal yang berasal dari simpanan wajib serta simpanan sukarela anggota koperasi ini, juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Tahun 2015 tercatat, simpanan wajib yang masuk melampaui hingga 103,27 persen. Kenapa lebih dari 100 persen, karena adanya tunggakan tahun sebelumnya yang baru dibayarkan di tahun 2015,” terangnya.

Ditahun 2015, terang Paulus, KPN juga mencatatkan pendapatan kotor sebesar Rp 442,2 juta. Pendapatan terbesar diperoleh dari bunga pinjaman dari anggota koperasi. Setelah dikurangi berbagai macam biaya operasional, termasuk gaji pegawai, keuntungan KPN Melawi mencapai Rp 281,7 juta.

“Keuntungan ini disebut SHU yang nantinya akan kita bagikan ke seluruh anggota koperasi sesuai dengan saham yang dimiliki. Pembagian diatur sesuai dengan AD/ART koperasi,” jelasnya.

Dipaparkan Paulus, alokasi SHU terdiri dari dana cadangan sebesar 35 persen, dibagi ke seluruh anggota sebesar 40 persen, untuk dana pengurus, pengawas dan karyawan 15 persen, dana pendidikan sebesar 2,5 persen dan pelaksanaan RAT sebesar 7,5 persen.

“Dana yang akan dibagikan kepada anggota sebesar 40 persen atau kurang lebih Rp112 juta. Jadi ini seperti deviden yang dibagikan sesuai dengan keaktifan anggota KPN atau saham yang dimiliki,” jelasnya.

Paulus mengungkapkan, per 31 Desember 2015, jumlah anggota KPN Melawi mencapai 3.521 orang. Dengan total PNS di Melawi yang kurang lebih sebanyak 3.900 orang, maka masih ada sekitar 300 an pegawai yang belum menjadi anggota koperasi.

“Sementara ada 513 anggota koperasi yang tercatat meminjam uang di koperasi dengan total piutang mencapai Rp 2,78 miliar. Sebenarnya banyak yang ingin meminjam, tapi terpaksa harus mengantri, karena terbatasnya dana yang tersedia,” katanya.

Layanan simpan pinjam pada KPN Melawi juga terbilang baik, karena rasio pinjaman macet hanya 0,25 persen. Dikatakan Paulus, koperasi ini masih dikatakan sehat karena rasio pinjaman macet tak sampai 1 persen.

Ditempat yang sama, Asisten Bidang Ekonomi dan Kesra Setda Melawi, Suhardiman berharap agar seluruh pegawai negeri bisa memanfaatkan keberaadaan KPN sebaik-baiknya. Karena maju mundurnya koperasi, sangat tergantung dengan anggota yang ada di dalamnya.

“Kebutuhan anggota terhadap koperasi ini cukup besar. Makanya manfaatkan ini sebaik-baiknya,” katanya.

Suhardiman juga meminta anggota KPN bisa berbelanja di KPN, mengingat KPN Melawi juga memiliki unit usaha sembako yang bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau seluruh pegawai nantinya beli beras di KPN, kan berapa ton beras yang akan laku. Sehingga koperasi kita ini kedepannya juga akan semakin maju,” pungkasnya.  (Edi/Yuniar)

Related Posts