Ini Permintaan Warga Pada BBGRM Kabupaten Landak

Landak, thetanjungpuratimes.com – Aparatur Pemerintah Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak menyambut baik dengan adanya pencanangan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIII tingkat Kabupaten Landak di desa tersebut. Apalagi ada beberapa hal yang perlu dibenahi di desa tersebut.

Kepala Desa (Kades) Saham, Mus Mulyadi mengharapkan, kegiatan BBGRM tersebut harus meninggalkan bekas kaki.

“Artinya, ada hasilnya untuk pembangunan di desa ini. Yang sangat miskin di desa kami yakni WC yang sangat susah. Di desa kami ada 667 buah rumah. Dari jumlah itu, ada 334 rumah yang sudah punya WC,” ujar Mus Mulyadi, Jumat (3/6).

Kemudian pihak desa mengajak Pemkab Landak untuk merubah pola pikir masyarakat yang masih membiarkan ternak babi berkeliaran di kampung.

“Dalam hal ini kami sudah turun ke lapangan dan sudah menanyakan keluhan masyarakat. Hampir semua masyarakat mempermasalahkan, masih banyaknya ternak babi yang berkeliaran di kampung. Sehingga kami sudah membuat Peraturan Desa (Perdes) yang akan dikeluarkan pada Agustus mendatang. Kalau masih ada babi yang berkeliaran, akan kita tembak,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan BBGRM ini, Mus Mulyadi meminta kepada pemerintah untuk berpartisipasi membangun WC dan kandang babi.

“Jadi, hasil dari kegiatan BBGRM harus bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat,” katanya.

Sementara Camat Sengah Temila, Kabupaten Landak, Ursus meminta, kegiatan BBGRM  di Dusun Saham, Desa Saham, harus menghasilkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Namun dengan catatan tidak ada antar dusun di Desa Saham ini dianak tirikan.

Menurut Ursus, kegiatan BBGRM akan melibatkan banyak SKPD di lingkungan Pemkab Landak dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat, untuk merubah pola pikir masyarakat.

“BBGRM ini untuk membangkitkan semangat kegotong royongan di masyarakat. Kita harus tetap mempertahankan semangat kegotong-royongan ini,” ujar Ursus.

Ia meminta kepada masyarakat supaya tidak menyerahkan berbagai macam pembangunan ke pemerintah saja.

“Masyarakat juga mempunyai tanggungjawab. Lembaga kemasyarakatan desa mulai dari desa, dusun, RT dan lembaga adat, bisa berperan aktif dalam kegiatan BBGRM ini,” pintanya. (Ny/Yuniar)

Related Posts