Pembangunan Gereja Santo Imanuel Dapat Perkuat Keimanan

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir dan Antonius L.Ain Pamero SH, meletakan batu pertama pembanguan Gereja Santo Imanuel stasi Desa Kedamin Darat, Kecamatan Putussibau Selatan, secara simbolis, Jumat (3/6).

Dalam kegiatan itu, Bupati menjelaskan, pembangunan rumah ibadah merupakan bagian dari visi misi kepemimpinannya bersama Anton Pamero. Dijelaskannya, pembangunan sarana ibadah sangat penting untuk membentuk keimanan dan akhlak.

“Sehingga kita semua dapat memiliki akhlak yang baik,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Bupati, banyak rumah ibadah yang direnovasi, seperti masjid, surau dan gereja. Bangunan yang dulunya dibangun menggunakan bahan kayu dan sudah tua, sekarang dibangun menggunakan konsep yang modern dengan menggunakan semen, beton dan sebagainya.

Nasir pun mengapresiasi atas usaha seluruh umat Gereja Santo Imanuel Kedamin Darat, terutama panitia yang sudah memikirkan pembangunan, dengan letak gereja yang strategis, karena berada di poros lintas selatan.

“Lahan gereja ini cukup luas dan bebas banjir,” ucap Bupati.

Lebih lanjut Nasir menyampaikan, membangun rumah ibadah tidak segampang membalik telapak tangan. Sehingga pembangunannya harus dilakukan secara bertahap, terutama menyangkut pendanaan.

Namun jika umatnya kompak dan melaksanakan gotong-royong, Nasir yakin pembangunan selesai sesuai target.

“Rumah ibadah di Kapuas Hulu ini cukup banyak. Pemda sifatnya hanya mendukung serta memberikan modal awal.  Kalau kita semangat berbagi dan berdoa, pasti pembangunan gereja ini selesai,” tuntasnya.

Sementara Ketua Panitia Pembangunan, Tadung mengatakan, pembangunan Gereja Santo Imanuel Kedamin Darat hingga rampung diperkirakan memakan biaya sekitar Rp2,7 miliar. Dengan ukuran gereja seluas 14 x 25 meter persegi.

“Pertimbangan kita karena jumlah umat semakin bertambah, tempat yang ada sekarang tidak memungkinkan lagi,” ungkapnya.

Dikatakan Tadung, anggaran pembangunan gereja sekarang baru mencapai Rp500 juta, yang bersumber dari Bansos hibah Tahun 2016. Kemudian dari swadaya umat dan donatur sekitar Rp24 juta.

Ditempat yang sama, Sekcam Putussibau Selatan, Agustinus Sagito berharap agar pembangunan gereja tersebut berjalan sesuai dengan harapan bersama umat.

“Dengan dibangunya gereja, kiranya terbangun rohani yang baik. Jika rohani baik, jasmani pasti baik. Tentu kita merasa bangga dengan sarana ibadah ini nanti bisa meningkatkan kualitas umat,” harap Sekcam.

Ia meminta seluruh umat dan panitia pembangunan, bekerja mengutamakan prinsip gotong-royong serta mengelola keuangan yang ada dengan baik, sehingga pembangunan yang direncanakan tuntas seratus persen.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Kadis Kesehatan, Kabag Kesra Setda Kapuas Hulu, Anggota DPRD Kapuas Hulu, Sekretariat Dewan, perwakilan unsur pimpinan Forkopimda beserta seluruh undangan dan umat Gereja Santo Imanuel Kedamin Darat. (Yohanes/Yuniar)

Related Posts