Cerita Kajati Kalbar Saat Menjadi Deputi Penindakan KPK

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Warih Sadono menyebutkan pernah mengisi posisi strategis di KPK jilid Pertama.

“Saat itu kami memiliki tekad yang kuat untuk membersihkan korupsi dari negara ini,” katanya di Pontianak, Minggu (5/6).

Ia menceritakan, saat dibentuk KPK untuk pertama kalinya memiliki ruangan yang tidak besar, itupun dipinjamkan oleh Sekretariat Negara (Setneg) pada saat itu yang mengisi KPK ada 15 orang yang terdiri Jaksa 6 orang, dan Polri 9 orang.

Ditambahkannya, pada saat itu kursi di ruangan KPK  hanya ada 8 kursi, sehingga semua penyidik KPK tidak bisa duduk semua, kalau ada yang duduk maka yang lainnya harus bersandar di dinding. Namun, dengan kondisi seperti itu dirinya dan rekan-rekan tetap bertekad untuk berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara.

“Pada saat awal berkarir di KPK kami sama sekali tidak mendapatkan gaji, tidak dikasih uang makan, serta tidak ada air minum untuk minum di dalam ruangan, sehingga saat masuk kantor KPK saya harus membawa air mineral sendiri, namun lama kelamaan dikantor dibelikan dispenser,” sebutnya.

Dikatakannya, kasus yang pertama ditangani oleh KPK adalah kasus dugaan korupsi salah seorang pejabat di Ambon, Tual kepulauan Key, untuk pertama kali kasus yang ditangani justru bukan di Jawa, namun di luar pulau Jawa.

Mantan deputi Penindakan KPK ini sangat berharap agar lembaga ‘Anti Rasuah’ tersebut semakin hari semakin besar dan menjadi tumpuan dan harapan rakyat Indonesia untuk memberantas korupsi.

(Faisal/Dede)

Related Posts