Harga Daging Sapi Putussibau Tembus Rp160 Ribu/Kg

Putussibau, thetanjungpuratimes.com – Harga daging sapi di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mencapai Rp160 ribu per kilogram atau naik dari harga sebelumnya Rp130 ribu per kilogram.

“Harga daging sapi di atas seratus ribu seperti itu sudah biasa bagi kita. Biar mahal yang penting barangnya ada, kita tidak tahu juga apa penyebab kenaikan harga daging sapi,” kata Fitri (28), warga Putussibau, Senin (6/6)

Fitri mengatakan kenaikan harga daging biasanya terjadi saat puasa, menjelang Idul Fitri maupun hari besar keagamaan lainnya seperti Natal dan Tahun Baru.

Selama ini, harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari besar keagamaan memang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Harganya mahal mau diapakan lagi, di sisi lain kita butuhkan. Mau tidak mau ya harus beli,” ujar Fitri.

Hal senada juga dikatakan seorang warga, Mirna (38) yang mengatakan sebagai pembeli tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi harga kebutuhan pokok tersebut.

“Kita tidak mungkin marah sama penjual, namun seharusnya pemerintah peduli dengan hal tersebut,” katanya.

Mirna khawatir harga daging dan sejumlah barang kebutuhan lainnya terus naik hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ia meminta agar pemerintah dan pihak terkait turun langsung ke pasar melihat dan mengontrol harga barang-barang di pasar di wilayah Kapuas Hulu.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kapuas Hulu Petrus Kusnadi mengungkapkan pemerintah daerah memang tidak bisa mengendalikan harga tersebut dikarenakan pemerintah daerah tidak ada kewenangan untuk bekerja sama dengan pihak-pihak lain untuk mendatangkan daging sapi dari luar baik dari daerah lain maupun luar negeri.

“Kalau pemerintah pusat punya program untuk mendatangkan sapi dari luar, sedangkan daerah tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar H Wan Taufik pernah menghimbau kepada seluruh pedagang di Kapuas Hulu agar tidak memanfaatkan situasi menjelang dan saat hari besar keagamaan.

“Pedagang jangan aji mumpung. Jangan mentang-mentang barang atau daging tersebut dibutuhkan harganyapun semau hati,” katanya.

(Ant/Dede)

Related Posts