Isi Ramadan Dengan Mengkaji “Safinatun Najah”

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Masjid Al-Ihsan yang terletak di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara , menggelar pengajian rutin selama bulan suci Ramadan. Pengajian itu mengkaji kitab Safinatun Najah, yang disampaikan Ustadz Aguslian, SHi setiap usai salat Zuhur.

Pelajaran yang disampaikan dalam kitab menyangkut masalah fiqih. Meliputi soal bersuci, salat, dan banyak lagi pembahasan lainnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya kajian ini, sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman keagamaan kita, terlebih di bulan suci ini, sangat baik waktu digunakan untuk mengkaji ilmu agama,” ujar salah seorang peserta pengajian, Sahperi, Jumat (10/6).

Ketua Masjid Al-Ihsan, Desa Simpang Tiga, Muhammad Noor, SPd mengatakan, acara kajian sengaja dibuat agar umat Islam khususnya di Desa Simpang Tiga dan sekitarnya, bisa belajar dan menambah pengetahuan. Terlebih menyangkut masalah fiqih yang wajib untuk diketahui.

“Mudah-mudahan dengan kajian setelah salat zuhur ini, benar-benar dimanfaatkan. Sehingga selesai Ramadan, pengetahun khususnya mengenai masalah sehari-hari seperti bersuci, salat dan lain sebagainya dapat dimengerti,” harapnya.

Seperti diketahui, penulis kitab Safinah adalah seorang ulama besar yang sangat terkemuka yaitu Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al Hadhrami. Syekh Salim adalah seorang ahli fiqih dan tasawwuf yang bermadzhab Syafi’i.

Selain itu, Syekh Salim adalah seorang pendidik yang dikenal sangat ikhlas dan penyabar, seorang qodhi yang adil dan zuhud kepada dunia, bahkan Syekh Salim juga seorang politikus dan pengamat militer negara-negara Islam.

Syekh Salim dilahirkan di Desa Dziasbuh, yaitu sebuah desa di daerah Hadramaut Yaman, yang dikenal sebagai pusat lahirnya para ulama besar dalam berbagai bidang ilmu keagamaan. Sebagaimana para ulama besar lainnya, Syekh Salim memulai pendidikannya dengan bidang Al-Quran di bawah pengawasan ayahandanya yang juga merupakan ulama besar, yaitu Syekh Abdullah bin Sa’ad bin Sumair.

Dalam waktu yang singkat Syekh Salim mampu menyelesaikan belajarnya dalam bidang Al-Quran tersebut, Syekh Salim meraih hasil yang baik dan prestasi yang tinggi.

Syekh Salim juga mempelajari bidang-bidang lainnya seperti halnya ilmu bahasa arab, ilmu fiqih, ilmu ushul, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, dan ilmu taktik militer Islam. Ilmu-ilmu tersebut dipelajari dari para ulama besar yang sangat terkemuka pada abad ke-13 H di daerah Hadhramaut, Yaman.

Kitab Safinah sendiri sangat populer termasuk di Indonesia.  (Rizal/Yuniar)

Related Posts