Masyarakat Sekadau Keluhkan Pemadaman Listrik

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Pemadaman listrik di bulan Ramadan selalu dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, dalam satu hari pemadaman bisa terjadi lebih dari lima kali. Sehingga masyarakat dibuat kesal, lantaran byarpet terjadi saat masyarakat hendak berbuka puasa.

Salah seorang warga Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Agus mengatakan, pemadaman listrik ini sangat menggangu apalagi saat Ramadan.

“Padahal ini bulan Ramadan, masyarakat tentu sangat berharap listrik tidak sering padam. Ini justru sebaliknya, awal-awal puasa saja sudah sering padam,” ungkapnya, Jumat (10/6).

Tak ayal listrik yang padam membuat pekerjaan ibu rumah tangga juga ikut terganggu, mulai dari memasak hingga pekerjaan rumah tangga lainnya.

“Kami berharap pihak PLN dapat menjelaskan kepada masyarakat, penyebab seringnya pemadaman listrik,” kata dia.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Aron mengatakan, PLN harusnya profesional, terlebih saat Ramadan atau hari besar keagaman seperti lebaran dan natal. Pemadaman listrik yang terjadi berkali-kali tentu sangat dikeluhkan oleh masyarakat.

“Untuk itu, PLN harusnya sudah ada perencanaan. Saat puasa seperti ini tentu pemadaman listrik sangat mengganggu masyarakat,” ucap Politisi Partai Demokrat itu.

Sementara Dwija Ardiya Pradipta, Manager PLN Ranting Sekadau mengatakan, byarpet yang terjadi lantaran adanya gangguan yang terjadi Kamis malam.

“Ada gangguan jaringan. Untuk daya mampu mesin pembangkit mencukupi kebutuhan beban puncak sistem Sekadau,” ujarnya melalui pesan singkat.  (Yahya/Yuniar)

Related Posts