Kecamatan Putussibau Selatan Terus Monitor Aktivitas AGRA di Hulu Kapuas

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kecamatan Putussibau Selatan terus memantau pergerakan organisasi AGRA (Aliansi Gerakan Reforma Agraria) yang ada di daerah Hulu Kapuas.

Semenjak jadi sorotan Pemkab Kapuas Hulu beberapa waktu terakhir, AGRA di Hulu Kapuas dikabarkan sudah kurang aktif. Camat Putussibau Selatan, Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya terakhir bertemu dengan pengurus AGRA di desa Bringin Jaya.

“AGRA ini organisasi yang memperjuangkan hak ulayat yang hidup di tengah hutan konservasi. Tujuannya sebenarnya bagus, tapi caranya yang kurang bagus. Tidak koordinasi dengan Pemerintah setempat, lalu langsung masuk ke daerah pedalaman,” tutur Iwan, saat ditemui menghadiri kegiatan di Batalyon 644/Wls.

Sejauh ini, kata Iwan, pihak Kecamatan selalu koordinasi aktif dengaan masyarakat yang wilayahnya dimasuki AGRA. Iwan pun mengatakan keberadaan AGRA sudah berkurang.

“Anggota AGRA itu sudah makin sedikit, karena mereka di sana menumpang tempat warga, tidak ada rumah sendiri. Terakhir satu aja yang ketemu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan pihaknya bersama Balai Taman Nasional Betung Kerihun terus mensosialisasikan ke masyarakat di kawasan hutan, agar tidak mudah terprovokasi dengan AGRA.

“Dari ini kami juga minta dukungan dari pihak kepolisian dan TNI, terutama dari intel, untuk antisipasi organisasi yang bergerak diluar ketentuan hukum,” ungkap Iwan.

AGRA di kawasan Hulu Kapuas, Kecamatan Putussibau Selatan sempat menjadi sorotan Pemkab Kapuas Hulu, khususnya melalui bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. AGRA dianggap memprovokasi masyarakat dan bahkan sempat membuat sebagian masyarakat di Hulu Kapuas menolak kunjungan Pemkab Kapuas Hulu, beberapa tahun lalu.

(Yohanes)

Related Posts