Kota Pontianak Ikuti Lomba Wahana Tata Nugraha

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kota Pontianak saat ini sedang mengikuti lomba penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) atau di bidang penataan transportasi publik dengan baik dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
“Meskipun Pontianak baru pertama kalinya mengikuti lomba di bidang transportasi, namun dari aspek pembenahan infrastruktur jalan serta pelebaran jalan sudah cukup baik, yang menariknya lagi, peran serta warga yang menyerahkan sebagian lahannya untuk pelebaran jalan tanpa ganti rugi yang patut diapresiasi,” kata Ketua Tim Penilai dari Kemenhub RI, Sulistyo di Pontianak, Rabu (15/6).Ia menjelaskan, proses penilaian melalui beberapa tahapan, yakni tahap pertama di bidang administrasi, yang menilai adalah pemerintah provinsi untuk diusulkan ke tim penilai pusat. Dari usulan tersebut, kemudian tim penilai melakukan verifikasi.

“Sebanyak empat kabupaten/kota di Kalbar yang diusulkan, yang semunya memenuhi syarat untuk dilakukan penilaian lanjutan,” ujarnya.

Kemudian penilaian tahap kedua adalah pengamatan di lapangan, tahap ketiga, ekspose dari Pemkot Pontianak.

“Hasil dari penilaian ini akan dibawa ke Jakarta untuk dibahas oleh tim, dan rencananya penyerahan penghargaan akan disampaikan pada 17 September bertepatan Hari Perhubungan Nasional,” ungkapnya.

Sulistyo mengakui, kalau sarana angkutan umum di Pontianak memang masih memprihatinkan disebabkan banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Namun di sisi lain, penyediaan dan pembenahan trotoar-trotoar bagi pejalan kaki, penyediaan lajur khusus sepeda dan beberapa hal lainnya sudah cukup baik.

“Apalagi Pemkot Pontianak mulai tahun ini mulai membangun trotoar-trotoar yang humanis bagi pejalan kaki, sehingga tinggal bagaimana peran masyarakat sebagai pengguna jalan saja,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, mengatakan, ikut sertanya Pontianak pada lomba Wahana Tata Nugraha, bukan berarti harus menjadi yang terbaik, tetapi supaya pihaknya bisa mengidentifikasi kelemahan-kelemahan sehingga segera dilakukan perbaikan.

“Makanya kami mengikuti lomba ini, supaya tahu dimana kelemahan atau kekurangan untuk dilakukan perbaikan, lagi ke depannya,” katanya.

(Ant/Dede)

Related Posts