Penyakit yang Diderita Warga Ella Hanya TBC Kulit

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi, terdapat kasus di wilayah pedalaman Sungai Ella yang mengatakan, belasan warga terkena kanker atau tumor yang dikaitakan pula dengan keberadaan BATAN dalam mengelola uranium.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Melawi, dr. Ahmad Jawahir. Ia mengatakan, kasus yang terjadi di wilayah pedalaman Ella Hilir tidak ada kaitannya dengan keberadaan BATAN yang mengelola uranium. Namun belasan warga yang sakit tersebut, sebenarnya terkena penyakit TBC kulit.

“Saya malah dapat infonya tak sampai belasan, hanya dua atau tiga orang saja. Jadi ini indikasi kasus TBC  (tuberculosis) kulit. Dimana ciri-cirinya mirip dengan orang yang terkena kanker kulit atau tumor. Karena bisa memunculkan benjolan juga pada bagian tubuh,” terangnya saat ditemui di kantor Dinkes.

Diterangkannya, kasus TBC terdiri dari dua jenis, yakni intra pulmonal yang menyerang di dalam paru-paru serta extra pulmonal (diluar paru-paru)  yang bisa terjadi di tulang, otak, kulit hingga kelenjar getah bening. Ahmad Jawahir mengungkapkan, kasus di Ella ini masuk kategori TBC extra pulmonal.

“Penyebabnya yakni kuman TBC, jadi bukan karena pengaruh air atau lingkungan. Karena daerah kita ini memang endemis penyebaran TBC,” ujar Jawahir.

TBC pada kulit, lanjut Jawahir, juga bisa menyebabkan kematian, sama halnya dengan kasus TBC paru-paru. Tak jarang kasus TBC kulit memunculkan benjolan yang cukup besar dan membuat kulit terinfeksi hingga muncul-muncul bercak-bercak merah yang besar.

“Penanganan penyakit ini harus diupayakan langsung dari Kemenkes di Jakarta,” paparnya.

Soal dugaan penambangan uranium di wilayah Nanga Kalan, Kecamatan Ella yang menjadi penyebab wabah penyakit, Jawahir meyakini penyakit ini tak terkait dengan adanya aktivitas penambangan tersebut.

“Uranium memang termasuk unsur yang tidak stabil, namun itu bila telah masuk proses pengayaan. Kalau yang ditemukan di alam dia termasuk unsur yang stabil,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Melawi asal Kecamatan Ella Hilir, Alexsius mendapatkan laporan bahwa ada belasan warga yang tinggal di pedalaman Ella Hilir yang diduga terkena penyakit kanker dan tumor.

Sebagian besar warga yang terkena kanker, tinggal di sekitar tepian Sungai Ella dan Kalan. Kecurigaan pun muncul karena di wilayah ini, terdapat pertambangan uranium yang dikelola langsung oleh BATAN.

“Sudah lebih dari 15 orang yang terkena penyakit kanker atau tumor. Sekarang saja sudah dua orang yang meninggal. Ini bukan menuduh atau memvonis. Hanya kita mesti waspada saja karena daerah Kalan ini ada aktivitas pengelolaan uranium. Maka kita minta Pemkab bisa cek kondisi air dan lingkungan di perhuluan sungai Ella,” ungkapnya.

Namun dari hasil pengecekan dan pengambilan sample oleh Dinkes Melawi, akhirnya diketahui bahwa penyakit yang dibilang diderita oleh belasan wargatersebut bukanlah kankes atau tumor yang diakibatkan oleh keberadaan BATAN.  (Edi/Yuniar)

Related Posts