Seorang Napi Wanita Lapas Klas II A Pontianak Kabur

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Henny Choeruniesa alias Tetah Narapidana (Napi) wanita yang baru menjalani hukuman 1 tahun 3 bulan 20 hari dari 2 tahun penjara akibat kasus penipuan, Rabu (15/6) sekitar pukul 11.00 Wib melarikan diri dari tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Pontianak.

Kepala Lapas Kelas IIA Pontianak Sukaji, saat dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan bahwa ada salah satu tahanan yang menempati blok wanita berhasil melarikan diri saat akan dibawa  ke RSUD Sudarso Pontianak karena alasan sedang sakit stroke.

“Kemarin itu, saya mendapat laporan bahwa di blok wanita ada yang sakit. Kemudian, Siti Mariah dokter yang bertugas di Lapas datang ke ruangan saya melaporkan bahwa ada yang sakit dan perlu di rujuk ke RSUD Sudarso. Berdasarkan keterangan dokter tersebut, kami langsung memproses keberangkatan napi ini. Dan saya perintahkan dua petugas Lapas wanita untuk mengawal bersama dokter ke RSUD Sudarso,” papar Sukaji, Jumat (17/6).

Namun anehnya, kata Sukaji, dan entah karena apa kedua pengawal dan dokter Lapas justru tidak membawa Henny Choeruniesa alias Tetah ini ke RSUD Sudarso, namun napi tersebut di antar ke bank Mandiri yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro.

“Izinnya kan ke RSUD Sudarso tapi napi tersebut malah minta diantar ke salah satu bank. Namun hal ini akan kita serahkan ke bagian tim penyelidik atau pemeriksa untuk mengetahui pastinya. Kalau perlu polisi yang menyelidikinya dan memang saat ini penyelidikannya masih dilakukan di internal kita saja,” ujar Sukaji.

Sukaji menegaskan, dirinya menginginkan kasus ini terungkap kemungkinan adanya pihak-pihak yang terlibat dalam kaburnya napi wanita ini.

“Saat napi ini kabur kan dikawal oleh dua petugas wanita kami dan dokter yang menyatakan Henny Choeruniesa alias Teteh sakit stroke,” imbuhnya.

Dijelaskannya, dokter Siti Mariah ini sudah lebih dari 3 tahun menjadi pengawai di Lapas kelas II Pontianak sebagai dokter khusus di rumah sakit Lapas. Dan dokter ini salah satu tugasnya untuk menyaring apakah para Napi yang ingin berobat dan dirujuk ke RSUD ini benar-benar sakit.

Menurut keterangan dokter Siti Mariah, kata Sukaji, kaburnya napi ini saat berada di Bank Mandiri. Dimana saat itu sang Napi ingin mengambil uang dan harus menggunakan KTP. Napi itu, lanjut dia, tidak membawa KTP dan meminta kedua petugas Lapas untuk mengambil KTP nya di Lapas. Saat itulah, disaat dokter lengah napi tersebut diam-diam melarikan diri.

“Henny Choeruniesa alias Teteh saat melarikan diri tidak menggunakan seragam tahanan. Ia mengenakan pakaian bebas, yaitu baju berwarna hitam,” ujarnya.

Lanjutnya Henny Choeruniesa alias Teteh merupakan Napi kasus penipuan berasal dari Kampung Sukawening, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dan merupakan napi yang di pindahkan dari LP Sanggau yang divonis Pasal 378 KUHP dengan Pidana 2 tahun penjara.

“Kami sudah melakukan upaya pencarian dan juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk meminta dukungan pencarian,” ungkapnya

Ia mengimbau bagi masyarakat di Kalimantan Barat yang mengetahui keberadaan Henny Choeruniesa alias Teteh ini untuk dapat melaporkannya ke pihak berwenang.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts