Terendam Banjir, Pedagang Pasar Pagi Putussibau Berjualan di Bahu Jalan

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Sejak minggu (19/6) malam, luapan sungai sungai Kapuas sudah memasuki permukiman masyarakat di Kota Putussibau, termasuk Pasar Pagi.

Tergenangnya pasar pagi ini pun membuat pedagang sayur yang ada di dalam pasar terpaksa berjualan di bahu jalan yang ada di luar pasar.

Salah seorang penjual sayur di Pasar Pagi, Maria mengatakan, dirinya terpaksa keluar karena di dalam tidak ada pembeli yang mau masuk. Di sisi lain ia pun khawatir sayur yang ia jual busuk jika terkena genangan banjir.

“Meja jualan saya di dalam itukan pendek, sedikit lagi kena air. Air ini kan kotor, saya takut kena sayurnya, jadi saya keluar. Sama dengan yang lain juga ada yang keluar,” ujarnya ketika ditemui, Senin (20/6).

Kata Maria, air yang tergenang di pasar pagi mencapai lutut orang dewasa. Itu yang membuat para pembeli tidak mau masuk kedalam pasar.

“Apalagi sayur ini kan tidak tahan lama, kayak pakis kalau tidak ada yang beli pasti busuk.  Ya saya keluar supaya ada yang beli,” ketusnya.

Maria mengaku tahu kalau aktivitas penjualan di badan jalan membuat macet. Namun ia mengatakan hal dilakukannya hanya sementara, apabila keadaan di dalam pasar tidak tergenang air lagi, ia akan kembali kedalam.

“Kita tahu sering ditegur Satpol PP, tapi ini kan sementara, ya saya minta juga lah dari Pemerintah sementara ini diberi toleransi kepada para penjual. Kami hanya cari makan,” ujarnya.

Sementara itu, Alex, salah seorang pedagang kaki lima, mengatakan bahwa air mulai memasuki kawasan pasar pagi pada Minggu malam, sekitar Pukul 20.00 WIB. Menurut Alex  genangan air tersebut semakin parah karena ada banjir kiriman dari Hulu Kapuas.

“Dari jam 8 malam saya udah angkut mesin bubuk kopi saya, karena air sudah masuk tokoh,” ucapnya.

Lanjut dia, kota Putussibau memang dilanda hujan deras. Namun genangan hujan itu diperparah dengan luapan air kapuas, kiriman dari hulu.

“Kalau genangan air hujan biasanya tidak coklat seperti ini, tapi karena dari kapuas jadi coklat. Banjir seperti ini biasanya lama, beberapa hari,” ujar Alex.

Meski pun air sudah menggenangi toko, Alex tetap tidak memindahkan dagangannya. Dia mengatakan akan pindah jika ketinggian air semakin naik.

“Kalau tinggi segini belum pindah, liat malam nanti. Kalau makin tinggi baru saya bawa ke toko di Kedamin barang-barang ini,” tutupnya.

(Yohanes/Dede)

Related Posts