Warga Perbatasan Butuh Perhatian Pemerintah

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Tokoh masyarakat Kecamatan Sajingan Besar, R Dingga mendesak pemerintah untuk memperhatikan pembangunan di wilayah Border Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalbar yang berbatasan dengan Biawak, Malaysia.

“Terutama pemerintah pusat harus peduli di perbatasan di mana kondisi Border Aruk berbanding jauh dengan Border Biawak, Malaysia yang tertata rapi,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (22/6).

Dingga menjelaskan kondisi Border Aruk saat ini semrawut sehingga perlu terobosan nyata agar pembangunan yang ada memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami juga mengakui meski telah banyak pembangunan yang dilakukan pemerintah, namun masih tidak diimbangi keseriusan, sebab faktanya, sejak operasional pada 1 Januari 2011 hingga saat ini, Border Aruk tidak ada perubahan signifikan dan penataan yang ada semrawut. Akibatnya parkir kendaraan, taman serta dan warung tidak teratur, bahkan kendaraan melintas di jalan melawan arus lalu lintas,” kata dia.

Ia menambahkan, yang memprihatinkan lagi yakni Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) masih belum lengkap dan memenuhi persyaratan untuk lalu lintas kendaraan. Sementara Malaysia sudah sangat siap.

“Soal CIQS kita saja yang belum, tidak tahu apa penyebabnya, yang jelas kita masih merasa belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah,” terangnya.

Dengan kondisi yang ada saat ini ia mendorong ada tim khusus yang mengelola wilayah Border Aruk agar tidak semprawut.

“Oleh karena itu kami berharap Bupati baru bisa memperjuangkan ini,” kata dia.

(Ant/Dede)

Related Posts