Pencabutan Perda Tidak Boleh Dengan SK Mendagri

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Walikota Pontianak, Sutarmidji  angkat bicara mengenai dicabutnya Peraturan Daerah (Perda) oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) beberapa hari yang lalu.

Di Kalimantan Barat, ada 65 Perda yang dicabut, sementara di Kota Pontianak sendiri, ada enam Perda yang dicabut oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo melalui Mendagri.

Sutarmidji mengatakan, pencabutan Perda tidak boleh hanya dengan Surat Keputusan  (SK)  Mendagri, namun harus ada proses dari dewan seperti  proses pembuatan Perda.

“Tidak bisa langsung seperti itu, ini batal, ini batal,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (23/6).

Perda yang dicabut Mendagri tersebut adalah Perda yang sudah lama berlaku, terkecuali, katanya , Perda yang dalam masa evaluasi, atau Perda yang baru disahkan, kemudian di evaluasi oleh provinsi.

Ia  mengatakan belum ada kejelasan tentang Perda tersebut yang dicabut, apakah satu kesatuan Perdanya, ataukah hanya ayatnya saja, atau pasalnya.

“Sekarang Perda itu sudah berlaku 10 tahun, 15 tahun, tau-tau dicabut, nah pencabutannya tidak boleh sembarangan nanti justru batal demi hukum,” tegasnya.

Menurutnya, Mendagri seharusnya menyampaikan terlebih dahulu kepada pemerintah daerah, apa masalahnya dan meminta agar pasal atau Perda yang bersangkutan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Harusnya sampaikan ke kita permasalahannya apa, diminta untuk pasal yang bersangkutan diproses untuk pencabutan, Mendagri menyurati Pemda untuk memperoses pencabutan beberapa Perda atau beberapa ayat dalam Perda atau beberapa pasal dalam Perda, sesuai proses hukum yang berlaku, itu yang benar. Jadi tata negara ini jangan di bolak balik , jangan dibuat rusak  tata kelola pemerintahan, nawacita jadi nanti rusak,” tuturnya.

Sampai saat ini Perda tersebut masih berlaku di Kota Pontianak sepanjang masih belum ada keputusan bersama, DPRD dan pemerintah.

“Jadi habis lebaran ini,  kalau perkembangannya belum ada kita akan kesana (pemerintah pusat), biar saja ramai-ramai ke sana,” pungkasnya. (Agustiandi/Yuniar)

Related Posts