Jelang Idul Fitri Harga Telur Kembali Naik

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Menjelang hari raya idul fitri, sejumlah bahan pokok di pasaran mengalami kenaikan, salah satunya adalah telur. Terlebih, menjelang hari raya, telur banyak dicari masyarakat, terutama ibu-ibu yang hendak membuat kue. Sebelumnya, jelang Ramadan harga telur juga mengalami kenaikan.

Salah seorang warga, Dayang mengatakan, beberapa hari lalu harga telur masih dalam kisaran Rp46 ribu per krat. Namun, kini harga telur sudah mencapai Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per krat.

“Sudah beberapa hari ini harga telur naik. Setiap mau lebaran, telur pasti dibutuhkan apalagi untuk membuat berbagai macam kue,” ujarnya, Sabtu (25/6).

Ibu tiga anak ini mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir memang sempat mengalami kenaikan, terutama menjelang Ramadan.

“Menjelang idul fitri, telur juga mengalami kenaikan,” tuturnya.

Ia pun berharap harga telur tidak terus merangkak naik, apalagi saat ini kebutuhan masyarakat akan telur semakin meningkat, terutama bagi ibu-ibu yang akan membuat kue.

“Beberapa jenis kue memang harus menggunakan telur.  Mau tidak mau harga berapa pun tetap dibeli. Tapi jangan sampai barangnya tidak ada,” kata dia.

Eli, salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan mengatakan, harga telur Rp1700 perbutir. Sebelumnya, dijual dengan harga Rp1500 perbutir.

“Memang ada kenaikan tapi tidak terlalu. Yang paling kuat naiknya adalah gula dan kentang,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sekadau, Isdianto mengatakan, untuk membantu masyarakat pihaknya akan menggelar pasar murah di halaman kantor aset pengadilan negeri Sanggau-Sekadau yang berada di Jalan Merdeka Timur (Jalan Sintang), Kota Sekadau pada Selasa (28/6) mendatang.

“Pasar murah nanti ada sembako, telur hingga gas. Tujuan pasar murah tersebut untuk membantu masyarakat, terutama yang hendak merayakan idul fitri,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga barang terjadi seiring dengan tingginya permintaan dari masyarakat. Untuk itu, ia juga meminta agar para pedagang tidak memanfaatkan keadaan tersebut dengan menimbun barang yang mengakibatkan kelangkaan barang. (Yahya/Yuniar)

Related Posts