Presiden Austria: Brexit “Seruan Agar Eropa Bangun”

Wina, thetanjungpuratimes.com – Presiden Austria Heinz Fischer pada Jumat (24/6) mengatakan keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa adalah “seruan agar bangun” buat Eropa.

Fischer, yang mengatakan ia tak mengkhawatirkan “efek domino” dari referendum tersebut di seluruh benua itu, juga menyampaikan kepercayaannya bahwa Austria akan bisa menangani dampak dari kepergian Inggris dari Uni Eropa.

Namun Fischer menggambarkan hasil tersebut “mengejutkan” sehingga membuat Eropa “menahan nafasnya”.

Kanselir Austria Christian Kern juga menyampaikan kekecewaan terhada hasil referendum Inggris, dan menyatakan Eropa sekarang akan kehilangan pendirian globalnya.

“Hari ini bukan hari yang baik buat Inggris Raya, buat Eropa, juga bukan hari baik buat negara kami,” kata Kern.

Sebagai reaksi atas pendapat bahwa hasil Inggris mungkin membuat negara lain anggota Uni Eropa menyerukan refefendum serupa, Kerna mengatakan itu “tak masuk akal”, demikian, Sabtu (25/6) pagi. Ia menyatakan tak ada referendum semacam itu yang akan diselenggarakan di Austria.

Ia mengatakan orang tak boleh belajar dari hasil referendum Inggris dan “menarik kesimpulan yang sangat jelas”.

Itu meliputi pemberian perhatian pada keprihatinan masyarakat, dan memperlihatkan kepemimpinan politik. Ia juga menyatakan setakat ini penyaran pro-Uni Eropa “kebanyakan telah terlalu defensif”.

Sementara itu, pemimpin kelompok industri dan ekonomi Austria menyampaikan kekecewaan atas hasil referendum Inggris mengenai keanggotaan di Uni Eropa, dan telah menyerukan cara baru untuk maju.

Presiden Kamar Dagang dan Ekonomi Austria Christoph Leitl menyatakan hasil pemungutan suara di Inggris “tidak menguntungkan”. Ia mengatakan Pemerintah Austria dan mitra sosial lain sekarang memiliki tugas untuk mengurangi dampak negatif atas Austria.

Selain pembuan keputusan Uni Eropa harus bertindak dengan “kepala dingin” sementara pemisahan diri Inggris dari Uni Eropa berlangsung, dan tahap ketidak-pastian dijalani sesingkat mungkin.

Direktur Lembaga Ekonomi Austria Karl Aiginger menyampaikan perasaan serupa, dan menyatakan meskipun keputusan Inggris telah menimbulkan ketidak-pastian, hasil itu telah memberi Uni Eropa kesempatan untuk melakukan pembaruan yang sudah lama tertunda dan tindakan yang dapat mengembalikan pertumbuhan ekonomi.

Eropa harus secara strategis menangani masalah pemulihan ekonomi dan tidak terperangkap dalam masalah krisis Yunani, atau krisis migran dan “melupakan yang lain”.

Presiden Federasi Industri Austria Georg Kapsch mengatakan Uni Eropa sekarang perlu “menyediakan jawaban cepat bagi kelayakan masa depannya, dan menyelesaikan krisis kepercayaan”.

(Ant/Dede)

Related Posts